Bupati Lira Kampar Sebut Pengawasan Dana Desa di Kampar Lemah

0
60

INDEPENDENNEWS.COM, KAMPAR — Terkait pemberitaan pembangunan jembatan dan proyek sumur bor pada tahun anggaran 2017 / 2018 di RT 01 RW 02, Dusun Batu Langka Kecil, Desa Batu Langka Kecil, Kec. Kuok, Kabupaten Kampar, pada Selasa Kemarin, (14/05/19).

Menelusuri proses pembangunan jembatan tersebut, selanjutnya, pada Rabu (15/05/19) Siang, awak media ini mendatangi kantor Inspektorat Kabupaten Kampar untuk mencari informasi seputar pembangunan Jembatan dan sumur bor di Desa Batu Langka Kecil.

Sebelumnya, menurut kepala dusun Batu Langka Kecil mengatakan, bahwa bangunan jembatan yang kondisinya telah rusak parah itu, telah diperiksa oleh Inspektorak Kabupaten Kampar.

Sementara itu, Inspektur Wilayah I Inspektorat Kabupaten Kampar, H. Muhammad S.Sos, saat dikonfirmasi dikantornya mengatakan, bahwa saat ini timnya sedang malakukan pemeriksaan, namun hasil laporannya belum diterima.

“Situasi di lapangan kami belum tahu persis, tunggu kami konfirmasi dulu dengan tim, atau kepada Kepala Desa yang bersangkutan,” jelasnya.

Lanjut Muhammad, pembangunan Jembatan dan sumur bor di Desa Batu Langka Kecil, kami belum mendapatkan informasi secara jelas dari tim.

“Saat ini apa pekerjaanya, tahun berapa dilaksanakan dan kondisinya seperti apa kami belum tahu. Sementara untuk tindaklanjut kedepannya, akan kami kroscek ke lapangan, tentu saya akan memanggil tim dan meminta informasi seperti apa kondisinya di lapangan,” katanya

Lebih jauh Muhammad mengatakan, bahwa menurut Kepala Desa Batu Langka Kecil itu sudah ada pemeriksaan, saya belum tahu kondisinya. Karena tim belum menyelesaikan laporannya, nanti berdasarkan laporan yang masuk kita akan kroscek. Apakah ini benar, tentu tim yang lebih tahu. Terakhir kalau ternyata ada indikasi yang merugikan daerah, akan kita tindaklanjuti. Ini prinsip dari pada inspektorat, proyek harus betul – betul dikerjakan sesuai program yang telah dibuat, dan dituangkan dalam APBDes,” ujarnya

Di tempat terpisah, LSM Lumbung Informasi Rakyat (Lira) Kabupaten Kampar melalui telepon selulernya mengatakan, bahwa pihaknya tahu tugas dan fungsinya inspektorat itu selaku lembaga pemerintah.

“Yang sangat kita sayangkan, kinerja inspektorat, terkait pengawasan peengelolaan penggunaan anggaran Dana Desa se-Kabupaten Kampar, yang saat ini Kondisinya banyak disalah gunakan.”ujarnya

Menurutnya yang terjadi saat ini banyak desa yang mengambil alih kegiatan pelaksanan anggaran Desa, padahal dalam juklak dan juknis pengunaan dana desa itu, peram Kepala Desa hanya bersifat pengawasan, pembinaan, dan pemantau.

“Sekarang beda, malah mereka ikut serta berperan selaku pelaksana pada kegiatan anggaran Dana Desa di Desa masing – masing. Yang lucunya Inspektorat Kabupaten Kampar terkesan tutup mata.”katanya

Lebih lanjut ketua Lira mengatakan, mereka juga punya tugas pendampingan, punya perencanaan dan lain sebagainya. Disini ada juga keterlibatan peran serta dari tim TP4D Kejari Kampar, jadi sekarang fungsi ini semua tidak bergerak alias pakum.

“Kita menilai itu tidak bergerak, hanya sekedar simbol. Inspektorat sendiri dia sudah turun disalah satu Desa, tapi hasil pemeriksaan itu selalu muncul persoalan. Jadi kita menduga ini ada apa inspektorat Kampar dengan Kepala Desa se-Kabupaten Kampar,” tutur Ali Halawa

Dia juga meyebut dari sisi hukum tidak ada alasan pihak inspektorat mengatakan itu bersifat pembinaan. Karena ini sudah menyangkut persoalan disana ada para Kepala Desa selaku pelaksana anggaran Dana Desa ini di kampar. Kuat dugaan persoalan pembangunan yang bermasalah saat ini memang sengaja mereka lakukan guna maraup keuntungan pribadi.

Dia berharap kepada Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto, S.H. agar langsung turun tangan menangani masalah anggaran Dana Desa di Kampar, yang mana saat ini banyak bermasalah.” Katanya (Rizki)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.