Bupati Lingga Buka Kelestarian Cagar Budaya

0
407

Independennews.com, Lingga — kegiatan pelestarian Cagar Budaya tahun 2018 di Kabupaten Lingga resmi dibuka, Bupati Lingga H. ALIAS Wello di wakili Asisten 2 Bidang Ekonomi Dan pembangunan drs Yusrizal di Hotel One Dabosingkep, Rabu (31/7/2018) kemarin.

Pelaksanaan kegiatan tersebut dihadiri 50 orang terdiri dari unsur pemerintah, kades dan lurah di lingkungan kec singkep, ketua lam, kec, tomas, pelajar, dan penggiat seni.

Dalam sambutannya, Bupati Lingga menyatakan, untuk mewujudkan visi dan misi yang tertuang dalam RPJMD 2016 – 2021 serta menjalankan amanah UU no 11 thn 2010 tentang cagar budaya, pemkab lingga telah menerbitkan Perda no 10 th 2017 tentang pelestarian dan pngelolaan cagar budaya .

Tidak itu saja, untuk kelembagaan pemkab lingga membentuk stok tersendiri, yakni dinas kebudayaan yang berpisah dengan pariwisata.

Kemudian untuk memfollow up uu dan perda tersebut, kabupaten lingga telah memiliki tim ahli cagar budaya.

Karna itu lanjut bupati lingga, dengan adanya kegiatan sosialisasi ini tepat sekali, bahwa kita perlu memberitahu tugas melestarikan. Bagar budaya bukan saja menjadi tugas dan tanggung jawab pemerintah semata tapi juga menjadi tugas kita semua.

Dalam kesempatan itu juga Bupati Lingga juga memberikan apresiasi kepada disbud yang menggagas perlunya membangun moseum timah di dabo singkep.

Waktu Itu saya sampaikan, selain moseum, perlu juga membangun monumen timah dan singkep biznis center. Untuk itulah gna mewujudkan rencana tersebut, selain saya telah menyurati kemendikbud untuk mengusulkan pembangunan moseum, saya dan kadis kebudayaan dan kadis pu dan beberapa kepala bidang telah berkunjung ke PT Timah tbk di pangkal pinang dan mnyerahkan proposal untuk mohon dukungan dr pt timah.

” Saya rasa sudah wajar sekali, kalau pt timah memberikan perhatian pada rencana kita karena kontribusi pulau singkep pada masa lalu terhadap perekonomian masyarakat tidaklah sedikit.

Bertindak sebagai narasumber pada acara tersebut adalah Agoes Tri Mulyono SH dari Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP 3) batusangkar, Dr Abdul Malik Mpd dan Dr Osep dari umrah Tanjungpinang dan Kadisbud Kabupaten Lingga.

Sementara kadisbud Lingga sebagai penanggung jawab kegiatan sosialisasi tersebut menyatakan, bahwa dia berharap sekali sejak dulu ada moseum timah di dabo.

” Karena waktu itu anggaran sangat terbatas, saya harus berihtiar dulu mengumpul koleksi dan moseum sejarah lingga cahaya di daik” kata dia

“Alhmdulillah,” walaupun moseum lingga cahaya belum begitu lengkap fasilitasnya, tapi sekarang sudah menjadi salah satu destinasi yang harus dikunjungi para tamu bila berkunjung ke kabupaten llingga. Begitu juga nanti bila kita sudah punya moseum timah di dabo. Karena itu tidak ada kata terlambat, saya yakin masyarakat akan memberikan dukungan dan partisipasi untuk kelacaran pembangunan moseum timah sebagaimana yang pernah saya lakukan pada waktu mngumpul koleksi untuk moseum linggam cahaya di daik. ( juhari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here