Bea Cukai Kepri Tangkap Ribuan Handphone Ilegal di Perairan Karimun

0
161

KARIMUN, INDEPENDENNEWS.COM — Petugas Kantor Wilayah DJBC Khusus Kepulauan Riau berhasil mengungkap pelaku penyeludupan handphone dengan menggunakan kapal kayu tanpa Nama di Perairan Pulau Patah, pada Sabtu 27 Juni 2020 bulan lalu.

Dalam rilis yang diterima redaksi, Kepala Kantor Wilayah, Agus Yulianto mengatakan. Penindakan terhadap kapal tersebut merupakan langkah nyata Bea Cukai Kepri dalam melindungi industri dalam negeri.

Kronologi dari penindakan kasus tersebut bermula saat Satgas Patroli Laut BC mendapat informasi dari Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam.

BACA JUGA : Melalui Dana CSR, Priemer Oil Berencana Wujudkan Pembangunan Gedung Pemuda di Anambas 

“Akan ada sebuah speedboat yang diduga membawa smartphone ilegal dari Jembatan 4 Batam. Pada hari Sabtu, 27 Juni 2020, Pukul 15.30 WIB. Tim Satgas BC 1305 melihat speedboat yang melaju dari arah Batam dengan haluan menuju ke Tanjung Riau,” ungkap Agus Yulianto.

Mendegar kabar tersebut, kata Agus Yulianto. Tim Satgas BC 1305 melakukan pengejaran dan menghubungi Tim Satgas BC 15042 dan Tim Satgas BC 1189 yang sedang berjaga di perairan tersebut.

“Saat dilakukan pengejaran, kapal tersebut tidak berhenti dan melakukan manuver untuk melarikan diri dengan haluan menuju Pulau Patah,” tuturnya.

Lanjutnya, pada saat kapal tersebut mendekati pantai di pesisir Pulau Patah pada pukul 15.40. Anak buah kapal (ABK) dari speedboat tersebut melarikan diri ke dalam hutan. Kemudian Satgas Patroli Laut BC mengamankan serta memeriksa speedboat tersebut dan kedapatan muatan ± 32 (tiga puluh dua) karton smartphone dengan berbagai macam merek.

BACA JUGA : Kunjungan Menko Kemaritiman dan Investasi RI Luhut Disambut  Danlantamal IV Tanjungpinang 

“Setelah barang bukti diamankan, dibawa ke Kantor Wilayah DJBC Khusus Kepulauan Riau untuk dilakukan pemeriksaan, penelitian, pendalaman serta proses lebih lanjut,” tuturnya.

Agus Yulianto juga menyampaikan, setelah dilakukan pencahcahan terhadap kasus tersebut ditemukan sebanyak 3304 unit seperti IPhone, Samsung, Google Pixel, dan berbagai merek lainnya, dengan nilai barang sebesar Rp 12 miliar dan berpotensi merugikan negara sebesar Rp 2,5 miliar.

“Dalam menjalankan fungsi pengawasannya, Bea Cukai Kepri terus berupaya secara maksimal untuk memastikan bahwa barang-barang yang beredar di pasar dalam negeri merupakan barang legal dan tidak membahayakan masyarakat. Akibat dari peredaran barang tersebut adalah merugikan para pelaku industri dalam negeri yang taat terhadap peraturan,” pungkasnya. (Red)

BACA JUGA : Polda Sumut Gelar Upacara Peringatan Hari Bhayangkara Ke- 74 Tahun 2020 Secara Virtual

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.