Bank NTT Tuntaskan RUPS LB: Hadirkan Direksi Baru dan Pembaruan Tata Kelola

Independennews.com – NTT. Suasana di Aula Fernandes, Kantor Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (12/11/2025), terasa penuh harapan. Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) Bank NTT yang dimulai pukul 13.00 WITA baru berakhir menjelang malam, sekitar pukul 19.00 WITA.

Selama enam jam, para pemegang saham, wali kota, dan bupati se-NTT duduk bersama membahas serta mengambil sejumlah keputusan penting yang menandai babak baru perjalanan Bank NTT.

RUPS yang dipimpin langsung oleh Gubernur NTT sekaligus Pemegang Saham Pengendali (PSP) Bank NTT, Melki Laka Lena, menghasilkan tiga keputusan utama sebagai tindak lanjut dari arahan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dalam konferensi pers seusai rapat, Melki Laka Lena mengumumkan susunan direksi baru Bank NTT. Komposisi kepemimpinan kali ini disebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat fondasi tata kelola dan meningkatkan kinerja secara profesional serta adaptif terhadap dinamika industri keuangan.

“RUPS telah menetapkan jajaran direksi baru Bank NTT sekaligus menyetujui pemberhentian dan pengangkatan direksi sebelumnya,” ujar Gubernur Melki.

Berikut susunan direksi baru Bank NTT:

Direktur Utama: Charlie Paulus

Direktur Umum dan SDM: Rahmat Saleh Bobby

Direktur Kredit: Aloysius Geong

Direktur Kepatuhan: Christofel Adoe (sementara, hingga ada keputusan lanjutan dari OJK)

Direktur Dana dan Treasury: Heru

Selain itu, terdapat dua posisi direksi tambahan yang akan diajukan ke OJK untuk mendapatkan persetujuan, yakni Direktur Dana dan Direktur IT. Salah satu posisi tersebut direncanakan diisi oleh Yohanes Landu Praing, yang sebelumnya menjabat sebagai Plt Direktur Utama Bank NTT.

RUPS juga menetapkan Donny Haetubun, mantan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, sebagai Komisaris Utama Bank NTT. Menurut Melki, kehadiran Donny menjadi “angin segar” bagi Bank NTT karena membawa pengalaman luas di bidang perbankan dan pengawasan sistem keuangan. Adapun posisi komisaris lainnya masih menunggu tahap finalisasi dari OJK.

Selain menetapkan jajaran direksi dan komisaris, RUPS turut membahas dan menyepakati rencana bisnis Bank NTT tahun 2026, yang turut diwarnai berbagai masukan konstruktif dari para pemegang saham daerah. Dokumen final rencana bisnis tersebut akan diserahkan secara resmi kepada manajemen Bank NTT dalam waktu dekat.

“Catatan dari para pemegang saham sangat konstruktif. Semua diarahkan untuk memperkuat tata kelola dan meningkatkan kinerja Bank NTT,” jelas Melki.

Ia menegaskan, dengan kepemimpinan baru ini, Pemerintah Provinsi NTT berharap Bank NTT dapat bergerak lebih cepat, adaptif terhadap perubahan, dan memperkuat perannya sebagai motor penggerak pembangunan ekonomi daerah.

You might also like