Independennews.com | Kupang — Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan digital yang mengatasnamakan Bank Rakyat Indonesia (BRI) dengan dalih pemberian hadiah Natal. Modus ini diketahui tengah beredar luas dan dibagikan melalui berbagai grup WhatsApp di Kota Kupang, dengan tampilan yang menyerupai laman resmi BRI.
Berdasarkan pantauan, tautan bertajuk “BRI – Hadiah Natal” tersebut mengiming-imingi korban dengan hadiah uang tunai hingga Rp10 juta. Namun, tautan tersebut justru mengarahkan pengguna ke laman kuesioner palsu dengan domain mencurigakan yang bukan merupakan domain resmi BRI.
Pada laman palsu tersebut, korban diminta menjawab sejumlah pertanyaan sederhana seputar BRI. Di tahap selanjutnya, korban berpotensi diminta mengisi data pribadi dan informasi perbankan rahasia, seperti nomor kartu, PIN, hingga kode OTP. Informasi inilah yang kemudian disalahgunakan oleh pelaku untuk melakukan kejahatan finansial.
Menanggapi hal tersebut, Pemimpin Cabang BRI Kupang, Terry S. M. Tambun, saat dikonfirmasi media pada Rabu (17/12/2025), menegaskan bahwa informasi mengenai hadiah Natal tersebut bukan berasal dari BRI dan merupakan upaya penipuan yang memanfaatkan momentum Natal dan Tahun Baru.
“Itu penipuan. Link-link yang tidak jelas jangan diklik,” tegas Terry.
Ia mengingatkan masyarakat agar selalu waspada terhadap berbagai modus kejahatan digital yang mengatasnamakan BRI, serta menekankan pentingnya menjaga kerahasiaan data perbankan pribadi.
BRI, lanjut Terry, tidak pernah membagikan hadiah melalui tautan acak, pesan WhatsApp, maupun kuesioner online yang disebarkan secara bebas kepada masyarakat. Seluruh program dan promo resmi BRI hanya diumumkan melalui kanal resmi perusahaan.
“Kami mengimbau nasabah untuk tidak memberikan PIN, kode OTP, password, maupun data kartu kepada pihak mana pun. Jika ada yang meminta data tersebut, sudah dapat dipastikan itu adalah penipuan,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur oleh iming-iming hadiah, terlebih jika disertai permintaan untuk mengklik tautan tertentu atau mengisi data pribadi.
Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diminta untuk selalu memastikan bahwa alamat situs resmi BRI hanya menggunakan domain bri.co.id atau melalui aplikasi resmi BRImo. Tautan dengan domain asing, singkatan tidak wajar, atau ekstensi mencurigakan patut diwaspadai.
Masyarakat yang menerima pesan atau tautan serupa diimbau tidak meneruskan informasi tersebut dan segera menghapusnya. Apabila terlanjur mengklik tautan atau memberikan data pribadi, nasabah diminta segera menghubungi Contact BRI di 1500017 atau mendatangi kantor BRI terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
BRI menegaskan bahwa peran aktif masyarakat sangat penting untuk memutus rantai penipuan digital. Tetap waspada, jangan mudah percaya, dan selalu jaga kerahasiaan data perbankan pribadi.
(Marcho)