Independennews.com – NTT, Dalam rangka menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, dosen-dosen dari Program Studi DIII Kebidanan Poltekkes Kemenkes Kupang melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan tema “Pemberdayaan Kader Posyandu dan Orang Tua dalam Melakukan Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak (SDIDTK)”.
Kegiatan ini diselenggarakan di Posyandu Rindu Sejahtera, Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, dengan melibatkan 5 orang kader Posyandu serta orang tua yang membawa bayi dan balitanya ke Posyandu.
Dalam kegiatan ini, para dosen memberikan edukasi mengenai pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak sejak usia dini, pelatihan penggunaan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) sebagai alat deteksi dini, serta praktik langsung stimulasi sederhana yang bisa dilakukan di rumah oleh orang tua.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari kontribusi nyata institusi pendidikan tinggi dalam mendukung kesehatan anak di masyarakat,” ujar Matje Meriaty Huru, salah satu dosen pelaksana.
Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi antara tenaga kesehatan, kader, dan orang tua sangat penting dalam mendukung optimalisasi tumbuh kembang anak.
Kader Posyandu mengakui sangat terbantu dengan kegiatan ini.
“Kami jadi lebih percaya diri untuk mendampingi orang tua dalam memantau perkembangan anak dengan KPSP,” ungkap Bernadin Apriani Nenabu, salah satu kader Posyandu.
Sementara itu, orang tua yang hadir juga merasa senang mendapatkan pengetahuan baru.
“Saya baru tahu bahwa menyanyi dan bercerita juga bisa jadi cara untuk menstimulasi anak. Terima kasih kepada ibu-ibu dosen yang sudah datang dan membimbing kami,” kata Nia, orang tua peserta Posyandu.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kader Posyandu dan orang tua di Desa Penfui Timur semakin aktif dan terampil dalam melakukan deteksi dan stimulasi dini tumbuh kembang anak, sehingga kasus keterlambatan perkembangan dapat dicegah lebih awal dan anak-anak dapat tumbuh optimal.Marchelino