Independennews.com | Medan – Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) akan menyelenggarakan Rapat Pendeta pada 27–30 Oktober 2025 di Auditorium Seminarium Sipoholon, Tapanuli Utara.
Agenda besar ini akan mengusung tema “Na Tinompa na Imbaru di bagasan Kristus” atau “Manusia Ciptaan Baru di dalam Kristus” yang diambil dari 2 Korintus 5:17.
Rapat Pendeta tahun 2025 ini akan menekankan peran pastoral profetik para pendeta HKBP.
Tujuannya adalah membawa pembaruan di tengah jemaat dan masyarakat, terutama dalam melawan berbagai persoalan sosial seperti korupsi, perjudian, narkoba, perdagangan manusia, hingga perusakan lingkungan.
Dalam pertemuan empat hari mendatang para pendeta akan membahas serta menetapkan sejumlah pedoman pelayanan gereja.
Pedoman itu mencakup Sekolah Minggu, pengajaran usia dini, remaja, perempuan, pria, dan lansia.
Selain itu, akan dibahas juga pedoman katekisasi pra baptis anak dan dewasa, katekisasi sidi, pra nikah, serta katekisasi calon sintua.
Mengacu pada Aturan dan Peraturan HKBP 2002, rapat mendatang juga memiliki beberapa agenda penting lain, di antaranya:
Undangan resmi Rapat Pendeta HKBP 2025 ditandatangani oleh Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, M.S.T., dan Ketua Rapot Pendeta, Pdt. Maulinus W. Siregar, M.Th.
Panitia mengimbau seluruh peserta membawa dokumen penting seperti Alkitab, Buku Ende, Agenda, Konfesi, serta Aturan dan Peraturan HKBP.
Demi menjaga kesehatan dan kelestarian lingkungan, setiap peserta juga diminta membawa tumbler atau botol minum sendiri.
Rapat Pendeta HKBP 2025 bukan hanya forum internal, tetapi juga menjadi momentum penting untuk mendorong gereja hadir di tengah persoalan bangsa.
Melalui pembahasan doktrin, pedoman pelayanan, dan persatuan pendeta, HKBP berharap dapat terus memberi kontribusi nyata bagi gereja dan masyarakat luas. (**)