Independennews.com | Medan – Ephorus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), Pdt. Dr. Victor Tinambunan, menghadiri Retreat of Newly Elected Leaders (RoNEL) bersama para pemimpin gereja Lutheran yang baru terpilih dari berbagai negara.
Kegiatan itu digelar oleh Federasi Lutheran Sedunia (LWF) pada 31 Agustus–9 September 2025 di dua lokasi, yakni Bossey, Swiss dan Wittenberg, Jerman.
RoNEL bertujuan mempertemukan 13 uskup baru dari gereja-gereja Lutheran di seluruh dunia.
Para uskup berkumpul untuk saling terhubung, berbagi pengalaman, mendalami tantangan pelayanan, serta merefleksikan kepemimpinan dalam komunitas Lutheran global.
Kegiatan tersebut dimulai di Jenewa dengan kunjungan ke Kantor Komuni LWF, kemudian dilanjutkan ke Wittenberg, kota bersejarah tempat Martin Luther memulai gerakan Reformasi.
Para peserta berasal dari berbagai konteks gereja, mulai dari Gereja Lutheran Kosta Rika dengan 500 anggota hingga HKBP dari Indonesia yang memiliki jutaan jemaat.
Dalam sela kegiatan, Ephorus HKBP mengungkapkan bahwa dirinya diminta LWF untuk memaparkan seruan penutupan PT Toba Pulp Lestari (TPL).
Sebelumnya, seruan itu telah ramai di media nasional dan media sosial.
“PT TPL selama lebih 30 tahun telah menimbulkan banyak dampak negatif, merusak lingkungan, dan menimbulkan korban. Seruan penutupan PT TPL sejalan dengan konfesi HKBP yang menentang segala usaha perusakan lingkungan,” ujar Ephorus.
Ia menambahkan, keputusan Rapat Praeses dan Rapat Majelis Pekerja Sinode (MPS) juga telah menegaskan agar HKBP lebih terlibat aktif dalam upaya pelestarian alam.
Sementara itu, Eksekutif Program LWF untuk Peningkatan Kapasitas dan Pengembangan Kepemimpinan, Rev. Katariina Kiilunen, menjelaskan tujuan utama retret ini adalah membantu para pemimpin gereja merenungkan nilai-nilai dan visi mereka.
Selain itu, retret ini menjadi ruang untuk mengeksplorasi prioritas strategis LWF dan membentuk jaringan dukungan antar pemimpin gereja.
Dengan keikutsertaan Ephorus HKBP, suara gereja dari Indonesia semakin diperhitungkan dalam forum global, khususnya dalam isu lingkungan dan tanggung jawab sosial gereja. (**)