Warga Batam Minta Kasus Bripda Natanael Jangan Sampai Redup: Pengacara Diminta Terus Kawal, Penyidik Polda Kepri Jangan Lengah

Independennews.com | Batam – Perhatian publik terhadap penanganan kasus meninggalnya almarhum Bripda Natanael Simanungkalit mulai menunjukkan gejala meredup. Di tengah proses hukum yang masih berjalan, sejumlah warga Batam mengingatkan agar kasus ini tidak perlahan tenggelam oleh waktu dan lalu hilang dari sorotan.

Salah seorang warga Batam yang ditemui di kawasan Batam Center, Selasa (5/5/2026), menyampaikan keprihatinannya terhadap dinamika penanganan perkara yang belakangan dinilai tidak lagi sehangat pada awal kasus mencuat ke permukaan.

Menurutnya, kondisi ini justru berbahaya apabila tidak diimbangi dengan pengawalan serius dari kuasa hukum keluarga, media, serta masyarakat sipil.

“Kasus ini sangat perlu dilakukan pengawalan agar tetap dalam proses penyidikan hukum yang benar-benar memberikan keadilan kepada keluarga almarhum Bripda Natanael dan kepada publik,” ujarnya sembari meminta identitasnya untuk tidak di publikasikan

Pernyataan warga tersebut bukan tanpa alasan, Sejak peristiwa tragis yang menimpa Bripda Natanael pada 13 April 2026 lalu di lingkungan Rusun Bintara Polda Kepri, perhatian masyarakat sempat memuncak. Polda Kepri bahkan telah melakukan serangkaian langkah mulai dari pemeriksaan internal, penetapan tersangka, sidang etik, hingga rekonstruksi 37 adegan yang digelar pada 27 April 2026 lalu.

Namun pasca rekonstruksi, publik menilai arus informasi mulai melambat. Belum adanya perkembangan terbuka terkait pendalaman alat bukti tambahan, kepastian pelimpahan berkas, maupun kemungkinan adanya fakta baru membuat masyarakat bertanya-tanya: apakah proses ini masih bergerak progresif atau justru mulai berjalan dalam senyap?

Kondisi inilah yang memunculkan harapan besar kepada tim kuasa hukum keluarga agar tidak menurunkan tekanan moral dan yuridis.

Masyarakat menilai, peran pengacara dalam perkara ini bukan hanya mendampingi keluarga secara administratif, tetapi juga menjadi garda pengingat agar penyidikan tidak kehilangan arah dan tidak berhenti pada konstruksi yang setengah terang.

“Kuasa hukum jangan sampai kendor. Karena kalau pengawalan melemah, dikhawatirkan semangat mengungkap kebenaran juga ikut menurun. Kasus seperti ini harus terus diketuk supaya tidak sunyi,” lanjut warga tersebut.

Ucapan itu menjadi suntikan moral tersendiri bagi tim pendamping keluarga yang selama ini konsisten mendorong transparansi, membuka ruang pertanyaan publik, serta meminta agar seluruh fakta di balik kematian almarhum dibongkar secara utuh tanpa menyisakan ruang abu-abu.

Di sisi lain, suara warga ini juga menjadi sentilan serius kepada Penyidik Ditreskrimum Polda Kepulauan Riau.

Sebab publik berharap, setelah rekonstruksi bukan berarti proses masuk ke fase senyap yang sulit dipantau, melainkan justru harus masuk pada tahap percepatan pembuktian dan pemberkasan secara terbuka serta akuntabel.

Polda Kepri sebelumnya menegaskan bahwa penanganan perkara dilakukan profesional dan berkomitmen menuntaskan kasus tersebut hingga pelimpahan ke kejaksaan.

Akan tetapi, dalam perkara yang sejak awal menyita perhatian luas ini, masyarakat menilai komitmen tersebut perlu terus dibuktikan dengan progres yang dapat dirasakan publik, bukan sekadar pernyataan normatif.

Karena semakin lama sebuah kasus besar kehilangan gaung, semakin besar pula munculnya persepsi bahwa perhatian terhadap keadilan mulai menurun.

Padahal, bagi keluarga korban, waktu tidak pernah mengurangi luka. Bagi masyarakat, waktu tidak boleh mengurangi tuntutan kebenaran.

Kasus Bripda Natanael bukan hanya menyangkut meninggalnya seorang bintara muda, tetapi telah berkembang menjadi simbol ujian transparansi penegakan hukum di tubuh institusi kepolisian sendiri.

Publik ingin melihat bahwa ketika korban adalah anggota polisi, proses hukum tetap berjalan terang, tegas, dan tidak menyisakan kesan ditangani setengah hati.

Karena itu, dorongan warga Batam hari ini menjadi pesan bersama:

tim kuasa hukum harus tetap solid mengawal, media harus terus menyalakan perhatian, dan penyidik Polda Kepri wajib menunjukkan bahwa kasus ini belum dingin.

Sebab keadilan sering kali tidak hilang karena tidak ada hukum, tetapi karena pengawalan publik dibiarkan padam.

Dan masyarakat Batam tidak ingin kasus almarhum Bripda Natanael Simanungkalit berakhir seperti bara yang perlahan ditutup abu.

(RED)

You might also like