Independennews.com | Medan – Proses pemilihan pucuk pimpinan Huria Kristen Indonesia (HKI) periode 2026–2031 saat ini tengah berlangsung dalam rangkaian Sinode HKI ke-65 yang digelar pada 25–29 Maret 2026 di Convention Hall Hotel Danau Toba, Medan.
Sebanyak sembilan nama calon bersaing untuk mengisi posisi Ephorus dan Sekretaris Jenderal.
Sinode HKI ke-65 menjadi periode yang sangat penting karena akan menetapkan pucuk pimpinan HKI, yakni Ephorus dan Sekretaris Jenderal, serta memilih Majelis Pusat (MP), Badan Pemeriksa Keuangan Pusat (BPKP), dan 15 orang Praeses yang akan memimpin 15 daerah pelayanan HKI.
Kegiatan itu diikuti sekitar ±650 peserta yang berasal dari seluruh jemaat dan daerah pelayanan HKI.
Panitia dan peserta sinode menjalankan proses pemilihan setelah seluruh tahapan seleksi dinyatakan selesai.
Tahapan tersebut meliputi pendaftaran, verifikasi administrasi, serta pemaparan rencana strategi oleh masing-masing calon di Pematang Siantar pada 19 Februari 2026 lalu.
Untuk posisi Ephorus HKI, empat nama pendeta mengikuti proses pemilihan, yaitu : Pdt. Fresley H.T. Simamora, S.Th., M.Si., Pdt. Janto Sihombing, M.Th., Pdt. Lamsihar O. Siregar, M.Th., Pdt. Dr. Tony L. Hutagalung, M.Si.
Sementara itu, lima calon bersaing untuk posisi Sekretaris Jenderal HKI, yakni : Pdt. Dormen Pasaribu, M.Th,. Pdt. Hugo De Groot Nababan, M.Th., Pdt. Mangaliup Simanjuntak, M.Th., Pdt. Marudut Lumbangaol, S.Th., Pdt. Naomi Simarmata, M.Th
Proses pemilihan akan berjalan tertib, demokratis, dan sesuai dengan Tata Gereja HKI.
Dalam arahannya, Ephorus HKI menekankan pentingnya memilih pemimpin yang tidak hanya memiliki kapasitas dan kompetensi organisasi, tetapi juga memiliki integritas iman, kerendahan hati, serta komitmen pelayanan yang tulus kepada jemaat.
“Pemilihan ini bukan sekadar memilih pemimpin organisasi, tetapi memilih pelayan Tuhan yang siap mengabdi dengan hati yang tulus, menjaga integritas iman, dan membawa HKI semakin kuat dalam pelayanan,” ujar Ephorus HKI Pdt. Firman Sibarani, M.Th pada pembukaan Sinode HKI, Rabu (25/3/2026).
Peserta sinode yang berasal dari berbagai daerah pelayanan HKI terlibat aktif dalam memberikan suara.
Mereka mempertimbangkan rekam jejak pelayanan, visi, serta nilai-nilai spiritual dalam menentukan pilihan.
Momentum pemilihan ini menjadi bagian penting dalam perjalanan HKI untuk memperkuat tata kelola organisasi dan meningkatkan kualitas pelayanan gereja di tengah jemaat dan masyarakat.
Pucuk pimpinan HKI berharap proses ini mampu melahirkan kepemimpinan yang visioner, responsif, serta berakar pada nilai-nilai Kristiani.
Pelaksanaan pemilihan juga mencerminkan semangat kebersamaan seluruh elemen HKI dalam membangun gereja yang kokoh, terus bertumbuh, dan menjadi berkat bagi banyak orang.
Hingga saat ini, proses pemungutan suara masih berlangsung dan akan dilanjutkan dengan penetapan pimpinan terpilih sesuai mekanisme yang berlaku. (tbs)