Independennews.com | Medan – Rektor Universitas Sumatera Utara, Muryanto Amin, meninjau pelaksanaan hari pertama UTBK-SNBT 2026 di kampus USU, Jalan dr T Mansur, Medan, Selasa (21/4/2026).
Peninjauan menyasar beberapa ruang ujian secara acak, termasuk Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi serta Fakultas Kedokteran Gigi.
Langkah ini bertujuan memastikan kelancaran ujian sekaligus mengantisipasi potensi kecurangan.
Rektor menegaskan pentingnya menjaga integritas dalam proses seleksi nasional tersebut. Ia juga menjabat sebagai Wakil Ketua I Tim Penanggung Jawab Panitia SNPMB 2026.
“Kami melakukan peninjauan secara acak karena ada data anomali yang perlu dikonfirmasi. Kami ingin memastikan tidak terjadi kecurangan seperti tahun lalu, yaitu kasus perjokian,” ujar Muryanto kepada wartawan.
Ia menjelaskan, anomali terlihat dari data peserta yang berdomisili di luar Medan, namun memilih lokasi ujian di USU beberapa peserta berasal dari Jakarta, Palembang, dan kota lain.
“Kami mengecek indikasi tersebut untuk memastikan keabsahan peserta,” tambahnya.
Pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 di USU berlangsung selama 10 hari, mulai 21 hingga 30 April 2026.
Panitia membagi ujian menjadi dua sesi setiap hari, yaitu pagi pukul 06.45–10.30 WIB dan siang pukul 13.00–16.45 WIB.
Secara keseluruhan, terdapat 19 sesi ujian di Medan, 19 sesi di Nias-Teluk Dalam, dan 20 sesi di Nias-Gunungsitoli.
Total peserta mencapai 36.771 orang yang tersebar di tiga wilayah tersebut. USU menyediakan kuota SNBT 2026 sebanyak 3.008 kursi.
Rinciannya meliputi 2.534 kursi program sarjana, 274 sarjana terapan, dan 200 diploma.
Untuk mendukung pelaksanaan, panitia menyiapkan 92 ruang ujian. Kampus utama USU Medan menyediakan 16 lokasi dengan 73 ruang.
Sementara itu, lokasi mitra meliputi SMAN 1 Medan sebanyak 5 ruang, Universitas Sari Mutiara 6 ruang, dan Universitas Medan Area Kampus 2 sebanyak 4 ruang.
Di wilayah Nias, tersedia masing-masing 2 ruang di Gunungsitoli dan Teluk Dalam. USU juga memastikan pelaksanaan ujian yang inklusif bagi peserta disabilitas.
Panitia memfasilitasi kebutuhan khusus agar seluruh peserta mendapat kesempatan yang setara.
“Terdapat 2 peserta tuna netra, 3 tuna daksa, 2 tuna rungu, dan 1 tuna wicara. Mereka mengikuti ujian di lokasi yang telah disesuaikan,” jelas Muryanto.
Sebanyak 127 pengawas bertugas di setiap sesi untuk menjaga ketertiban ujian. Panitia menargetkan pelaksanaan berlangsung tertib, transparan, dan bebas kecurangan.
Hasil seleksi SNBT dijadwalkan diumumkan pada 25 Mei 2026. Peserta dapat mengunduh sertifikat UTBK mulai 2 Juni hingga 31 Juli 2026.
Rektor berharap seluruh rangkaian UTBK-SNBT 2026 berjalan lancar dan berintegritas. Ia juga menekankan pentingnya memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh peserta. (**)