IndependenNews.com | MAMUJU – Warga Mamuju mengeluhkan pelayanan penukaran uang di Lapangan Ahmad Kirang, yang menjadi mitra Bank Indonesia (BI) Sulawesi Barat (Sulbar). Masyarakat harus berebut tiket untuk mengakses layanan online untuk menukarkan uang baru, namun kuota penukaran terbatas.
Layanan penukaran uang baru berbagai pecahan sudah dibuka beberapa minggu lalu menjelang Lebaran Idulfitri, namun masyarakat diwajibkan mendaftar melalui aplikasi pintar BI untuk bisa menukar uang. Hanya warga yang terdaftar yang diperbolehkan melakukan penukaran. Banyak warga yang mengalami gangguan teknis, seperti server yang error saat mencoba mendaftar.
Salah seorang warga, Rasyid, mengungkapkan kekecewaannya karena hanya bisa menukar uang dengan satu pecahan saja, seperti pecahan lima ribu rupiah. “Tidak bisa menukar banyak pecahan, hanya satu pecahan saja yang bisa ditukar, seperti lima ribu,” ujarnya, Selasa (25/3/2025).
Selain itu, ia juga mengkritik antrean yang panjang dan kondisi yang sesak selama proses penukaran.
Rasyid berharap Bank Indonesia (BI) Sulawesi Barat dapat mengevaluasi prosedur ini agar pelayanan penukaran uang lebih lancar dan tidak menambah beban bagi masyarakat.(mf)