Ungkap Lima Kasus Narkoba Triwulan Pertama Tahun 2020, Kapoldasu : Tak Main-main Dengan Kasus Narkoba

0
226

MEDAN, INDEPENDENNEWS.COM — Polda Sumut melalui Ditresnarkoba Polda Sumut menggelar Pengungkapan Kasus Menonjol Tindak Pidana Narkotika, Senin (9/3/1/20) lalu, bertempat di Rumkit Bhayangkara TK. II Medan.

Pengungkapan ini dipimpin langsung oleh Kapolda Sumut, Irjen Pol. Drs. Martuani Sormin Siregar, M.Si, di dampingi, Dirresnarkoba, Kabid Humas Tatan Dirsan Atmaja.SIK, dan seluruh Personil Ditresnarkoba Polda Sumut dan Insan Wartawan Yang Hadir.

Pengungkapan kasus ini adalah keberhasilan Direktorat Narkotika bekerjasama dengan jajaran Polres Polda Sumut periode Januari hingga 8 maret 2020.

“Pada triwulan pertama ini ada 5 kasus yang berhasil diungkap Ditresnarkoba Polda Sumut, dua (2) dari 5 Kasus ini merupakan kelompok jaringan internasional dari Malaysia – Riau – Tapsel dan Malaysia – Aceh – Medan,” jelas Martuani.

Tersangka dalam kasus ini, Sambung Martuani, kita mengamankan 7 tersangka yang berhasil diringkus Ditresnarkoba Polda Sumut, yakni :
Ridwan Toha Sinaga, Feri Agus Jaya Nainggolan, Muhajir, Muammar Juanda, Syarifudin,Zulkifli (MD), Muhammad Yendra.

Selain itu turut diamankan dalam 5 kasus ini Barang Bukti Narkoba jenis sabu seberat 22,52 Kg Sabu dan 11 Ribu Butir Pil Ecstasy.

Berdasarkan kasus ini, bahwa saat ini Sumut dalam darurat narkotika, untuk itu Kapolda Sumut mengatakan bahwa dirinya tidak main-main dengan narkotika.

“Saya akan menindak tegas setiap pelaku narkotika, termasuk anggota Polda Sumut jika terlibat dengan bisnis haram ini,” tegasnya

Sebagai bukti Buktinya, Kata Jenderal Bintang dua ini, ada 2 perwira kita yang terlibat dan saat ini sudah kita tahan di sel Polda Sumut dan selanjutnya akan kita proses untuk pemberhentian tidak dengan hormat.

Pasal yang dilanggar para tersangka yaitu ::114 Ayat 2 Subs. Pasal 112 Ayat 2 Jo. Pasal 132 Ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Dia menambahkan, Kepada tersangka kasus narkoba akan memberikan sanksi hukuman yang seberat-beratnya untuk para tersangka yaitu Pidana Mati,
Pidana Penjara Seumur Hidup atau Paling Singkat Penjara 6 Tahun dan Paling Lama 20 Tahun, dan Pidana Denda Paling Sedikit Rp1 Miliar dan Paling Banyak Rp10 Miliar. (tutupnya)

(Firman Ginting / Wahidin Lubis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here