Tim Medis RSCM Lamban Tangani Renni Musliyenti, Dr Eko Tak Besedia Memberi Keterangan Lewat Selularnya

0
739
Poto : Renni Musliyenti di Lingkungan Sekolah SMA Negeri 17 Dapur 12, Batam (red)

Meskipun Renni Musliyenti Penderita Skoliosis, Ia tetap Semangat Menimba Ilmu IPA

Batam-Renni Musliyenti Siswi SMA Negeri 17 Dapur 12, Kelas 10 MIA, penderita
Penyakit Skoliosis, Menurut Salah seorang Guru olahraga, Nevi Syahaya,SPd
mengatakan Renni dalam mengikuti pelajaran yang menggunakan Fisik seperti
pelajaran olahraga Renni hanya menonton saja.

“Ia tidak ikut olahraga karena fisiknya kurang sehat, Reni hanya ikut ganti baju olah raga saja, namun Renni hanya berdiri dan menonton teman temannya dilapangan untuk menyaksikan para pelajar lain yang sedang berolahraga,” Ujar Nevi saat dijumpai di Kantor Guru SMA Negeri 17 Dapur 12,
Rabu (1/2/17) sekira Pukul 11.30 WIB

Lalu bangaimana dengan pemberian nilai kepada Renni, Kata Nevi pihaknya hanya bisa memberi nilai KKM saja.

Sementara untuk pelajaran yang sifatnya teori, Kata Nevi bersama guru lainnya
mengatakan, Reni bisa mengikuti pelajaran sebagaimana teman teman sekelasnya.

“ia bisa mengikuti pelajaran meskipun kondisi kesehatan fisik Renni terganggu
akibat peyakit Skoliosis yang dideritanya,”Ujar Nevi

Renni Musliyenti, saat awak media ini menyambangi Sekolahannya menuturkan
bahwa ia berkeinginan keras untuk segara mendapatkan pengobatan ataupun
operasi tubuhnya yang menderita penyakit langka itu.

“yah, saya sangat mengharapkan bantuan pemerintah, supaya penyakit yang saya
derita bisa pulih. saya sangat merindukan bagaimana penyakit skoliosis yang
saya derita di sembuhkan.”Kata Renni

Renni tak kuasa menahan air matanya, saat memberikan keterangan kepada awak
media ini. Dengan air mata bercucuran menerangkan bahwa dia sangat mendabakan
kesembuhan tubuhnya.

Sementara itu, untuk mengikuti poses belajar mengajar disekolah meskipun
dalam kondisi sakit, Renni terus berupaya menimbah ilmu, bahkan dibangku
sekolah SLTP Negeri 11, Batam, ia memperoleh pringkat 1, namun berhubung
kondisi Fisik yang semakin hari semakin dirasakan mengganggu bejarnya, pada
saat ini di tingkat SMA ia hanya mampu memperoleh nilai paspasan.

“Semangat renni untuk belajar ia terus tunjukkan untuk menyenangkan hati
kedau orang tuanya.

Sementara itu, dokter Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, dr. Eko saat dihubungi lewat ponselnya mengaku tidak dapat memberi keterangan terkait pasien Renni.

“saya tidak dapat memberi keterangan, silakan datang ke kantor Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, lalu minta izin ke Direktur, setelah diberi izin akan kami jelaskan,”Katanya

Namum ketika disinggung kenapa hampir dua tahun lamanya belum ada penjadwalan operasi kepada Renni. Dr Eko menampik bahwa pasien yang memiliki penyakit serupa banyak.”Ujar Eko sembari mengatakan silakan datang ke kantor. (redaksi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.