Proyek Drainase Bernilai Miliaran Rupiah di Simpang Hutatap Hancur Lebur dan Terkesan Asal Jadi

0
293

BATAM, Proyek peningkatan pembangunan pemeliharaan jalan dan jembatan/pelantar milik Dinas Bina Marga yang menghabiskan anggaran sebesar Rp.2.528.528.136,00, (dua miliar lima ratus dua puluh delapan juta, lima ratus dua puluh delapan ribu seratus tiga puluh enam rupiah) yang dikerjakan pada sekitar bulan Agustus 2019 terkesan asal jadi dan hanya menghabis-habiskan anggaran.

Pasalnya pembangunan drainase U 80 disepanjang jalan simpang Hutatap Kelurahan Sei Langkai, Kecamatan Sagulung ini sudah beberapa kali dikerjakan, namun hasilnya tetap saja drainase ini tidak dapat berfungsi dengan baik.

Bahkan pantauan terakhir dari wartawan media ini, Selasa (29/09/2020) drainase ini bukan hanya tidak dapat berfungsi dengan baik. Bahkan akibat dari pembangunan drainase U 80 ini kondisi jalan sepanjang Simpang Hutatap hingga gorong-gorong depan pasar Melayu kerap menjadi langganan banjir.

Pasalnya longsoran tanah yang menutupi hampir keseluruhan Drainase U 80 selalu terdorong air setiap kali hujan turun disekitar lokasi. Dimana akibat tumpukan tanah yang terus menerus terbawa air mengakibatkan penumpukan dan penyumbatan terhadap gorong-gorong yang berada persis di persimpangan jalan penghubung Simpang Hutatap dan jalan protokol R Suprapto.

Hal ini sangat disayangkan, dimana pembangunan yang sudah menghabiskan anggaran miliaran rupiah ini bukannya berdampak baik. Justru sebaliknya pembangunan drainase ini membawa dampak buruk bagi lingkungan.

Pasalnya selain menimbulkan banjir, dampak dari pembangunan drainase ini juga mengakibatkan tanah longsor disepanjang sisi atau tepi tanah milik perumahan Griya Permata (Perumnas Baru).

Bahkan diperkirakan longsoran tanah disepanjang Perumahan Griya Permata ini masih akan terus berlanjut. Dikarenakan tidak adanya batu penahan tanah atau batu miring yang dapat menyangga longsoran tanah.

Menanggapi lonsoran tanah yang terus terjadi, salah seorang warga Griya Permata yang namanya tidak bersedia disebutkan, mengaku sangat mengkhawatirkan keadaan tersebut.

“Pembangunan proyek drainase ini sepertinya dikerjakan oleh kontraktor yang tidak berpengalaman dibidangnya. Sudah jelas-jelas ada pemotongan tanah, bukannya dibuatkan batu miring. Akibatnya seperti ini, longsornya gak mau berhenti,” ucap warga tersebut.

Tambahnya lagi, “Kalau disepanjang sisi potongan tanah ini tidak segera dilakukan pembangunan batu miring, bukan tidak mungkin longsoran ini akan terus berlanjut sampai ke rumah-rumah warga. Karena tanah akan terus menerus terkikis dan terdorong air hujan,” tutupnya.

Sedangkan pihak Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, selaku pihak pemilik proyek, dan juga selaku pihak yang bertanggungjawab terhadap proyek abal-abal ini belum dapat dikonfirmasi sampai berita ini dipublikasikan.(Ls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here