Tidak Penuhi Perjanjian Kerjasama, Ketua LSM KPK Akan Laporkan Parmin ke Polres pelalawan

0
328

PELALAWAN, INDEPENDENNEWS.COM-Terkait adanya perjanjian kerjasama yang tidak kunjung terealisasi, antara Parmin Mulyo Raharjo dengan Ketua LSM KPK Nusantara Pelalawan, menyebabkan persoalan tersebut akan berlanjut keranah hukum.

Menurut Keterangan Suswanto Ketua LSM KPK Nusantara Kabupaten Pelalawan, Kamis (20/02/2020) bahwa pada bulan Oktober tahun lalu, dirinya dan juga Parmin Mulyo Raharjo warga perumahan BTN lama Pangkalan Kerinci melakukan kontrak kerja sama.

Hal ini berawal dimana waktu itu Parmin mengajaknya untuk bekerjasama dalam proyek pemasangan instalasi jaringan listrik di Desa Petodaan.

“Bulan oktober tahun lalu Parmin mengajak saya untuk kerjasama pemasangan listrik. Saat itu saya sempat menolak tawaran tersebut, karena saya merasa ragu terkait integritas yang bersangkutan,” ucap Suswanto.

Lanjut Suswanto lagi. “Akan tetapi yang bersangkutan berhasil menyakinkan saya. Singkatnya terjadilah kesepakatan yang di buat dalam bentuk perjanjian oleh kedua belah pihak.

Dan perjanjian tersebut dituangkan dalam sebuah surat perjanjian yang dibubuhi tanda tangan bermaterai 6000 pada tanggal 18 November 2019 lalu,” jelas Suswanto.

Masih menurut Suswanto. “Dalam perjanjian tersebut, saya menitipkan uang kepada saudara Parmin sebesar Rp.30 juta.

Yang akan dipergunakan untuk keperluan pembiayaan pemasangan instalasi listrik rumah warga Desa Petodaan sebanyak 300 unit,” Kata Suswanto.

Sambung Suswanto lagi. “Dengan perjanjian bahwa dari 300 unit rumah tersebut saudara Parmin akan memberikan keuntungan sebesar Rp.75 ribu per satu unit rumah kepada saya selaku pemilik modal. Dengan ketentuan akan dibayarkan setiap tanggal 20 setiap bulannya,” ucapnya.

Namun sepertinya janji hanya tinggal janji, dimana menurut Suswanto sampai saat ini dirinya belum menerima apa-apa dari Parmin.

“Sudah beberapa kali saya menjumpai yang bersangkutan, agar segera mengembalikan uang yang saya titipkan sebagai modal awal kepada Parmin. Namun hingga saat ini dari pihak Parmin belum ada kejelasan. Yang ada hanya janji-janji yang tidak pasti,” kata Suswanto.

Dengan tidak adanya itikad baik dari Parmin untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Akhirnya Suswanto berencana akan melaporkan permasalahan ini ke Polres Pelalawan.

“Saya merasa sudah ditipu, maka saya akan membawa persoalan ini keranah hukum. Paling lambat saya tunggu sampai tanggal 20 Februari ini. Jika ternyata sampai tanggal 20 belum ada kejelasan. Maka saya akan buat laporan ke Polres Pelalawan, dengan dugaan penggelapan dan penipuan,” pungkasnya.

Parmin sebagai pihak yang akan dilaporkan, menjelaskan kepada wartawan melalui sambungan telepon, bahwa dirinya akan segera menemui Suswanto.

“Tunggu saja, saya akan ketemu Suswanto,” jawabnya.

Parmin menambahkan. “Untuk lebih jelas nanti kita ketemu langsung ya., biar jelas,” tutupnya.(Hs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here