Independennews.com | Taput — Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara terus mempercepat pemulihan pascabencana sambil memastikan aktivitas pemerintahan, perekonomian, dan pelayanan publik tetap berjalan. Penanganan dilakukan secara paralel guna memastikan stabilitas daerah tetap terjaga di tengah situasi darurat.
Bupati Tapanuli Utara, Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh berhenti bekerja meski sejumlah fasilitas terdampak. Karena itu, pemindahan gudang logistik dilakukan agar koordinasi dan operasional pemerintahan tetap berjalan normal.
“Pemerintahan tidak mungkin tutup. Karena itu gudang logistik kita pindahkan supaya koordinasi dan pelayanan tetap berjalan. Perekonomian Taput juga harus terus bergerak,” ujar Bupati kepada wartawan, Kamis (11/12/2025).
Distribusi Bantuan Mengalir, Akses Ditargetkan Pulih Sebelum Tahun Baru
Menurut Bupati, distribusi bantuan sudah menjangkau hampir seluruh titik terdampak. Pemerintah menargetkan pembukaan seluruh akses jalan sebelum Tahun Baru, meskipun prosesnya tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat mengingat skala kerusakan yang cukup berat.
“Masalah akses tidak bisa selesai satu hari. Target kita sebelum tahun baru seluruh akses sudah terbuka,” tegasnya.
Pengungsian Dipindahkan demi Perayaan Natal yang Khidmat
Terkait pengungsian di sejumlah gereja yang terdampak banjir dan longsor, Pemkab Taput memastikan bahwa relokasi akan dipercepat agar aktivitas ibadah Natal tetap berlangsung dengan khidmat.
“Jemaat ingin melaksanakan Natal, dan masyarakat ingin beribadah. Karena itu pengungsi akan kita pindahkan ke tempat yang lebih layak,” ujarnya.
Luruskan Isu: Acara Bernuansa Natal di Jalan Sisingamangaraja Bukan Agenda Pemerintah
Bupati juga meluruskan sorotan publik terkait kegiatan bertema Natal di Jalan Sisingamangaraja. Menurutnya, acara tersebut bukan kegiatan hiburan yang diselenggarakan pemerintah, melainkan program Bank Indonesia (BI) yang sudah dijadwalkan jauh hari sebagai dukungan untuk UMKM.
“Itu murni kegiatan BI. Semua fasilitas dari mereka, bukan dana pemerintah. Fokusnya mendorong UMKM menyediakan pernak-pernik Natal, kue Natal, dan kebutuhan Tahun Baru. Jadi itu bukan pesta Natal, dan bukan berarti kita meninggalkan bencana,” tegasnya.
200 Rumah Bantuan Dibangun untuk Warga Terdampak
Pemkab Taput juga memastikan adanya dukungan pembangunan 200 unit rumah bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.
– Di satu titik besar akan dibangun 51 unit
– Di Parmonangan akan dibangun 5 unit,
dan selebihnya menyebar di beberapa lokasi lain. Seluruhnya dibangun di lahan milik warga masing-masing.
“Tidak mungkin selesai satu hari. Tetapi pembangunan rumah berjalan bersamaan dengan persiapan Natal,” jelas Bupati.
Taput Termasuk Daerah dengan Respons Cepat
Bupati menegaskan bahwa Tapanuli Utara termasuk daerah tercepat dalam merespons bencana, baik dari distribusi makanan, pembukaan akses, hingga mobilisasi alat berat.
“Pemerintah tidak terlena. Intinya, bencana tetap kita tangani, dan Natal juga tetap kita rayakan,” pungkasnya.
(Maju Simanungkalit)