Tak Terima Dikatai Dan Berlaku Arogan, Siswa SMPN 1 Tlanakan Desak Dinas Pecat Guru

0
83

PAMEKASAN, Independen News.com–Tidak terima dikatai yang tidak tidak dan berlaku arogan,  Puluhan Siswa siswi Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Rabu (11/10-2017) Madura, Jawa Timur. Melakukan aksi demo menuntut oknum guru di pecat menyusul seringnya Guru Olahraga mereka memperlakukan kasar anak didiknya.

Menurut RD, salah satu siswi yang tidak mau namanya dipublikasikan membeberkan bahwa perlakuan guru olah raga mereka telah diluar batas kewajaran.

“kami diperlakukan tidak wajar dengan melontarkan kata kata jorok, hal itu menurutnya tak pantas dilontarkan seorang pendidik, oleh karena itu kami menggelar aksi demo,”katanya kepada independenNews.com.

Kata siswa mereka mendesak pemerintah untuk memindahkan oknum guru tersebut dari sekolah mereka karena tindakannya sangat arogan.

“kami meminta oknum guru olah raga itu segera dipindahkan. Kami tidak mau oknum guru Olahraga tersebut masih Mengajar disekolah ini, karena perlakuannya yang tidak wajar sebagai seorang pendidik, perlakuan kasar guru sudah menghantui KBM Siswa di SMPN 1 Tlanakan Pamekasan. kami di katakan blettang (kepiting sungai), bodoh, goblok dan miskin,” tutur RD siswa kelas IX mewakili temannya.

Siswa lainnya juga berharap oknum guru olahraga itu dipecat , pasalnya perlakuan kasar oknum guru itu sudah berlangsung lama, dan tidak ada perubahan.

“Kami berharap guru olahraga itu dipecat, kalaupun tidak ya dipindah ke sekolah lain saja, pokoknya dia harus secepatnya keluar dari sekolah kami,” ujar siswa lainnya penuh semangat.

Aksi tersebut dapat diredakan setelah kepala sekolah SMPN 1 Tlanakan, Syamsul Arifin menemui para siswa sekaligus memberikan pengarahan kepada seluruh peserta aksi demo.

Sementara itu, Syamsul Arifin saat dikonfirmasi mengatakan bahwa persoalan tersebut akan diserahkan sepenuhnya kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Pamekasan.

“Memang keluhan siswa itu sudah lama kami dengar, bahkan kami sempat menegurnya, namun hanya secara lisan saja. Tapi demi lancarnya proses belajar mengajar kami pasrahkan Pak Hendri itu ke Dinas Pendidikan untuk menjaga hal-hal yang tidak kita inginkan,” katanya.

Moh. Tarsun Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pamekasan kepada independennews.com mengaku akan memanggil dan “Mengantorkan” Guru olahraga SMPN 1 Tlanakan, untuk dilakukan pembinaan.

“Kami masih menunggu, mungkin ada sekolah yang mau menerimanya, jadi untuk sementara Pak Hendri kita tarik ke diknas,” pungkasnya.

 

(Anton)

LEAVE A REPLY