Taba Iskandar : Kerjasama BNN dengan BP Batam Upaya Tepat Berantas Narkoba

0
568

Independennews.com, Batam — DPRD Provinsi Kepri menyambut baik kerjasama antara BNN dengan BP Batam dalam rangka meningkatkan pengawasan dan pencegahan peredaran narkoba dan prekusor, bahan baku narkotika di wilayah Perdagangan dan Pelabuhan Bebas Batam.

“DPRD Kepri menyambut baik kerjasama dan mengapresiasi sinergitas antara BNN dengan BP Batam, Kami berharap kerjasama ini dapat mencegah masuknya narkoba ke tanah air secara khusus di wilayah Batam Kepulauan Riau,” kata Wakil Ketua Komisi I DPRD Kepri Taba Iskandar di Kantor BP Batam , Jumat 27 Juli 2018.

Menurut Taba, Kerjasama tersebut diharapkan diikuti juga oleh instansi-instansi lainnya.

“Nanti kami akan ajak Pemprov Kepri untuk mulai memikirkan pembuatan Perda (peraturan daerah) untuk mencegah peredaran narkoba,” kata Taba.

Senada dengan Taba, anggota Komisi II DPRD Kepri Asmin Patros yang hadir dalam acara tersebut mengatakan, perang terhadap narkoba harus masif. Sehingga, tak ada satu pun ruang yang dapat dimanfaatkan pengedar barang haram tersebut.

“Pemberantasan ini harus masif dan terstruktur. Maka itu, sinergi-sinergi seperti ini yang kami harapkan dapat terus dijalin di Kepri. Apalagi Kepri letaknya sangat strategis,” papar Asmin.

Di tempat sama, Kepala BNN Komjen Pol Heru Winarko mengatakan, lewat penandatanganan nota kesepahaman itu diharapkan BP Batam bisa melakukan upaya pencegahan di lingkungan yang menjadi tanggungjawab BP Batam, seperti di bandara dan pelabuhan.

Ia juga meminta kepada legislatif dan eksekutif di Kepri, khususnya Batam bisa membuat peraturan daerah atau peraturan gubernur, agar upaya pencegahan bisa fokus sampai ke desa-desa.

“Termasuk di pelabuhan rakyat. Kita harapkan masyarakat di pesisir bisa paham dengan bahaya narkoba. Sehingga ada ketahanan. Kalau ada barang-barang masuk ke lingkungan, tahu ini narkoba atau tidak,” kata Heru.

Dia mengatakan, upaya pencegahan harus digalakkan agar jangan sampai masyarakat Kepri menjadi korban penyalahgunaan narkoba. Narkoba dapat merusak kesehatan.

Penandatanganan nota kesepahaman itu sudah dilakukan Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo dengan Kepala BNN Komjen Pol Heru Winarko. Lukita kembali menyebut komitmennya mencegah dan memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, salah satunya dengan meningkatkan pengawasan di pintu keluar dan masuk Batam.

“Kami di BP Batam masih membutuhkan dukungan dari BNN untuk memaksimalkan deteksi dini usaha penyelundupan narkotika di lingkungan kerja bandara dan pelabuhan internasional Batam,” ujar Lukita.

Penangkapan narkoba sudah berkali-kali terjadi dipintu keluar masuk Batam seoerti Bandara Hang Nadim misalnya. Tahun lalu BP Batam melalui unit kerja Kantor Bandar Udara Hang Nadim berhasil menggagalkan 17 kali usaha penyelundupan narkotika, dengan total barang bukti 16.826,90 gram sabu beserta 2.230 butir ekstasi.

Kemudian dari Januari hingga Juli 2018, tercatat sebanyak 22 kali upaya penyelundupan narkotika berhasil digagalkan, dengan total 23.692 gram sabu.

Sementara di Pelabuhan, Kantor Pelabuhan Laut Batam bersama dengan bea cukai dan instansi vertikal terkait berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 4,5 kg ganja di Pelabuhan Telaga Punggur dan 971 gram sabu di Pelabuhan Internasional Batam Center pada 2017 lalu.

Tahun 2018 sebesar 2.678,13 gram sabu di Pelabuhan Internasional Batam Center dan 1,37 ton sabu di Pelabuhan Batuampar. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here