Sungguh Ironis, Bapak Ini Jual Handphone Rusak Seharga 10 Ribu Agar Dapat Beli 1Kg Beras

0
2087

BATAM, INDEPENDENNEWS.COM –Memprihatinkan!!, hanya kata itu yang dapat terlontar melihat kondisi ekonomi dari keluarga Bapak Ason Sopian atau yang biasa disapa dengan sebutan AA ini.

Dimana Ason Sopian atau AA harus berkeliling untuk menjual satu unit handphone rusak miliknya dengan harga 10 ribu rupiah saja supaya bisa untuk membeli 1Kg beras.

Kepada salah seorang pemilik bengkel mobil, AA mencoba menawarkan handphone rusak miliknya dengan harapan pemilik bengkel tersebut bersedia membayarnya, agar anak-anaknya dirumah dapat makan untuk hari ini.

“Bos bayarlah hp rusak saya ini 10 ribu rupiah saja. Supaya ada untuk beli 1 Kg beras,” ucapnya dengan nada memelas.

Namun pemilik bengkel sepertinya enggan membeli handphone yang ditawarkan, karena handphone yang ditawarkan oleh AA memang sudah dalam keadaan rusak dan tidak dapat digunakan lagi.

Wartawan Media ini yang kebutulan sedang berada dilokasi bengkel disekitaran Perum Griya Permata, merasa tertarik untuk mencari tahu dan bertanya-tanya keadaan ekonomi dari keluarga Bapak AA, ini.

Ason Sofian atau AA menceritakan, Senin (13/04/2020) bahwa ia memiliki 7 orang anak dan 4 orang diantaranya masih kecil-kecil.

“Saya punya anak 7 orang, dan dua orang sudah nikah sekarang ikut suaminya. Sedangkan anak yang ke 3 perempuan umur 16 tahun tidak sekolah lagi, sekarang anak saya yang ke 3 menjaga adik-adiknya dirumah.

Sedangkan anak yang ke 4 umur 10 tahun, yang sekarang Kelas IV SD. Anak yang ke 5 umur 7 tahun belum sekolah karena kemarin gak ada biaya untuk masukkan sekolah. Anak yang ke 6 umur 5 tahun belum sekolah, dan anak yang ke 7 umur 3 tahun belum bisa duduk karena dulu lahirnya prematur,” jelas AA

Penasaran ingin mengetahui lebih jauh keadaan keluarga AA, saya meminta ikut kerumah kontrakannya AA yang terletak di Kavling Kamboja, Kelurahan Sei Pelunggut, Kecamatan Sagulung.

Dan benar saja, apa yang terlihat sama persis dengan apa yang diceritakan AA sebelumnya. Saat kami tiba dirumah dari keluarga AA sekitar pukul 11.30 Wib, anak AA yang ke 3 menyampaikan bahwa mereka belum sarapan dari pagi hari karena tidak ada stok makanan yang tersedia.

Mendengar perkataan anak ke 3 nya AA hanya terlihat sedih tanpa dapat berkata apa-apa AA.

Dan disela-sela perbincangan AA mencoba menyampaikan harapannya, dimana supaya Pemerintah maupun pejabat Pemerintah dapat memperhatikan kehidupan orang miskin seperti dirinya terutama dalam keadaan seperti sekarang ini.

“Saya berharap Pemerintah maupun pejabat Pemerintah dapat memperhatikan kehidupan kami warga miskin ini bang.

Apalagi dalam keadaan seperti sekarang, dimana gara-gara virus Corona ini kami gak ada kerjaan. Karena sekarang bos-bos bengkel dimana saya biasa bekerja tidak ada yang menerima saya bekerja karena gak ada job lagi bang,” ucapnya lagi.

Tambah AA lagi, bahwa saat ini mereka juga terancam diusir dari rumah kontrakan karena belum bayar tagihan listrik dan juga kontrakan rumah.

“Sekarang kami mau diusir sama pemilik kontrakan, karena kami belum bayar kontrakan rumah dan juga tagihan listrik. Saya bingung sekarang gak tahu harus gimana lagi,” tuturnya.

Liputan: Ls

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here