Sejumlah Pihak Desak Kepolisian Usut Tuntas Dugaan Kasus Penganiayaan 2 Remaja di Hotel Satria Karimun

0
260
Foto: Masyarakat Karimun yang mendesak pihak Kepolisian untuk mengusut tuntas dugaan kasus penganiayaan di Hotel Satria Karimun

IndependenNews.com, Karimun | Dugaan kasus penganiayaan yang dialami oleh 2 (dua) orang remaja berinisial MH (20) dan MD (18) di Hotel Satria, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau yang terjadi pada Minggu (27/02/2022) lalu semakin menguat.

Hal tesebut dikuatkan oleh salah seorang saksi berinisial EL yang merupakan bekas wasit di arena permainan Hotel Satria tersebut. EL menyebutkan, peristiwa penganiayaan terhadap dua remaja tersebut disaksikan langsung oleh pengelola Hotel Satria inisial MCL.

“Pas korban dipukul itu, MCL kayak ketawa sinis gitu,” ucap EL kepada awak media pada Sabtu, (12/03/2022) sembari menyatakan dirinya berada di TKP pada saat kejadian penganiayaan tersebut.

Ia menjelaskan, korban jatuh setelah dihantam dan dipukul hingga babak belur. “Kasih nafas, kasih nafas dulu,” kata EL menirukan ucapan mantan bosnya MCL.

Setelah dikasih nafas, lanjut EL, sekitar lebih kurang 5 menit disuruh pukul lagi.

Lebih lanjut, EL juga mengaku bahwa dirinya juga menjadi objek pelampiasan kemarahan MCL dengan melontarkan kata-kata kasar.

“Siapa wasitnya, kamu ya (EL). Bajingan kamu, bajingan kamu,” kata EL menirukan ucapan MCL.

EL juga mengaku bahwa sepeda motor dan handphone miliknya juga ditahan oleh pihak manajemen Hotel Satria selama dua hari, sebagai jaminan atas hutang yang belum dibayarkan oleh dua remaja tersebut.

“Gara-gara masalah ini saya dipecat secara sepihak oleh manajemen arena permainan di Hotel Satria tanpa dibayarkan gaji,” tuturnya dengan nada sedih.

Menanggapi hal tersebut, Koordinator CIC Kepri, Cecep Cahyana meminta pihak kepolisian untuk segera menangkap MCL dan menutup Hotel Satria.

“Jelas-jelas pemilik MCL ikut terlibat dalam penganiayaan tersebut, disuruh tarik nafas dan dipukuli lagi,” ucap Cecep.

Cecep mengatakan, hukum harus ditegakkan sebagai contoh untuk pengusaha lain agar tidak semena-mena kepada pengunjung khususnya masyarakat di bumi Melayu, terutama di Karimun.

“Kami akan sampaikan ke bapak Kapolri dan Kabareskrim kalau tidak ditangani serius,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua RT 006/001, Tanjung Balai, M Arifin. Ia meminta pemilik Hotel Satria Karimun ditangkap karena telah menyaksikan dan membiarkan pemukulan.

Tak hanya itu, lanjut Arifin, pemilik Hotel Satria juga menahan orangtua korban untuk melihat anaknya sebelum melakukan pembayaran.

“Harus ditangkap pengusahanya agar menjadi contoh bagi pengusaha yang lain, dan agar tidak sewenang-wenang menghakimi warga, kita negara hukum. Apalagi saya warga di sini, sangat memalukan kalau hukum tidak dapat ditegakkan. Tangkap pengusahanya yang jelas-jelas ikut menyaksikan penganiayaan itu,” tegasnya lagi.

Ia menambahkan, masyakarat akan membuat surat ke Bupati Karimun agar menutup dan mencabut izin hotel Satria.

“Kami tidak tahu, izin apa yang dipakai oleh pemilik Hotel Satria, sehingga ada perjudian bola pingpong dan arena permainan judi jackpot, seolah-olah kebal hukum,” jelasnya.

Terpisah, Tokoh Melayu Kepri, Datok Azman Zainal mendukung penuh Kepolisian agar menangkap MCL yang dalam hal ini ikut melihat, menyaksikan dan melarang orang tua korban melihat anaknya yang masih disekap.

“Kami masyarakat Karimun mendukung kepolisian menangkap MCL yang jelas-jelas dalam kejadian penganiayaan tersebut ikut terlibat. Kami masyarakat melayu punya harga diri, jangan sewenang-wenang terhadap masyarakat kami,” tegas Datok Azman.

Sementara itu, Kapolres Karimun AKBP Tony Pantano saat dikonfirmasi pada Minggu (13/03/2022) terkait persoalan tersebut, mengarahkan awak media untuk menghubungi Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Arsyad Riyandi.

Sedangkan saat dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Arsyad Riyandi, belum memberikan jawaban resmi. Ia meminta awak media untuk datang langsung ke di Polres Karimun.

“Saya tunggu besok (Senin, 14 Maret 2022), terimakasih,” tulisnya via pesan singkat WhatsApp. (Red/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here