Sebanyak 2.389 Handphone Black Market Dari Negara China Berhasil Diamankan Dit Reskrimus Polda Kepri

0
145

BATAM, INDEPENDENNEWS.COM–Dit Reskrimus Polda Kepri berhasil amankan sebanyak 2.389 unit handphone Black Market berbagai merek asal China. Keterangan tersebut disampaiakan pada saat Konferensi Pers yang digelar di Media Center Polda Kepri pada Jumat (10/7/20).

Hadir dalam kegiatan tersebut Wadir Reskrimsus Polda Kepri AKBP Nugroho Agus Setiawan, S.Ik., M.H, yang didampingi oleh Kasubbid Penmas Bidhumas Polda kepri AKBP Priyo Prayitno dan Kasubdit I Dit Reskrimsus Polda Kepri AKBP Tidar Wulung Dahono, SH, Sik, MH.

“Berdasarkan LP-A/91/VII/2020/Spkt-Kepri Tanggal 4 Januari 2020. Dengan Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Ruko Taman Nagoya Indah, Lubuk Baja Kota Batam. Dimana kejadian tersebut pada Kamis, tanggal 2 Juli 2020, jam 13.00 wib. Dengan pelaku berinisial A. Kronologisnya berawal dari Informasi yang diberikan oleh masyarakat terkait adanya dugaan tempat penyimpanan handphone yang diduga tidak memiliki sertifikasi. Mendapatkan informasi tersebut Tim Subdit Indag Ditreskrimsus Polda Kepri langsung bergerak menuju tempat yang dimaksud,” jelas Kasubbid Penmas Bidhumas Polda kepri AKBP Priyo Prayitno.

BACA JUGA : Penyidik Kejari Pelelawan Tetapkan Dua Orang Tersangka Kasus Korupsi Belanja Bahan Bakar

Lanjutnya, “Saat dilakukan pengecekkan bahwa benar dilokasi tersebut didapatkan sebanyak 2.389 unit Handphone berbagai merek, diantaranya Nokia, Samsung, dan Lenovo dengan pemilik berinisial A. Dan dari hasil pemeriksaan bahwa pemilik tidak dapat menunjukkan sertifikasi dari Kemen Kominfo terhadap jenis dan merek handphone tersebut,” tutur Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Kepri.

Wadir Reskrimsus Polda Kepri menambahkan, “Sebanyak 2.389 unit Handphone berbagai merek tersebut diperoleh dari Negara Cina, yang dibawa oleh jasa pengiriman. Setelah tiba barang tersebut disimpan di gudang yang ada di Ruko Taman Nagoya Indah, dan dari hasil keterangan pemeriksaan handphone tersebut di distribusikan ke 18 counter Handphone yang tersebar di beberapa pusat perbelanjaan elektronik di Kota Batam. Diantaranya di kawasan Lucky Plaza, Nagoya Hill, Top 100 dan di Aviari,” jelas Wadir Reskrimsus Polda Kepri

Katanya lagi, “Dari perdagangan Handphone Black Market ini Negara berpotensi mengalami kerugian sebesar Rp. 600.000.000,-. Modus yang dilakukan oleh pelaku adalah memperdagangkan Handphone dengan tidak memiliki sertifikasi yang diperoleh dari Cina (Black Market) dengan motif untuk memperoleh keuntungan,” tutur Wadir Reskrimsus Polda Kepri.

BACA JUGA : Asistensi Pendampingan Penetapan Obyek Vital Nasional di Lingkungan BP Batam

Wadir Reskrimsus Polda Kepri menyampaikan, “Atas tindakan ini pelaku diancam dengan Pasal 52 Jo Pasal 32 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 Tentang Telekomunikasi. Dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 1 tahun dan atau denda paling banyak Rp 100.000.000,-.” Jelas Wadir Reskrimsus Polda Kepri AKBP Nugroho Agus Setiawan,S.Ik., M.H.

Kasubdit I Dit Reskrimsus Polda Kepri AKBP Tidar Wulung Dahono, SH, Sik, MH, menambahkan, “Handphone tersebut diduga diperoleh dari Negara Cina yang dibawa oleh jasa pengiriman BZ dan H. Penyidikan dan penyelidikan akan terus dikembangkan, dari hal ini kemungkinan akan ada dugaan tindak pidana lainnya, baik itu diperdagangan atau di kepabeanannya nanti. Kita akan lakukan kordinasi dengan Bea Cukai. Dan langkah kita kedepannya akan melakukan kordinasi dengan instansi terkait yakni Kominfo, dan kita akan minta juga keterangan dari para ahli perihal spesifikasi dari teknis dan sertifikasi dari barang-barang itu sendiri,” tutup Kasubdit I Dit Reskrimsus Polda Kepri AKBP Tidar Wulung Dahono, SH, Sik, MH.

(Ls/Humas Polda Kepri)

BACA JUGA : Jaga Aset, BP Batam Teken MoU Dengan Polri dan Polda Kepri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here