Benih Padi Impago 8 Lingga, Tunggu Sertifikat Unggul Akan Dikembangkan di Natuna

0
224

LINGGA, Benih padi varietas impago 8 atau Gogo, yang di tanam di Percetakan sawah Desa Lanjut menunggu hasil verifikasi Tim pusat, untuk mendapat sertifikat sebagai bibit unggul yang nantinya bakal dikembangkan dipercetakan sawah seluas 140 hektar di Kabupaten Natuna.

Wakil Bupati Lingga, M. Nizar beserta Ketua komisi 3 DPRD Kabupaten Lingga, Neko Wesha Pawelloy Secara simbolis memanen padi tersebut, namun panen yang ke empat kalinya ini hasilnya bukan untuk di jadikan beras, akan tetapi akan di jadikan bibit,” Kata Nizar pada Jumat ( 29/8/2020)

BACA JUGA :

“Jika nanti setelah di periksa di laboratorium oleh Tim Pusat, dan dinyatakan lolos dan mendapat sertifikat sebagai bibit unggul, maka bibitnya akan kita kirim ke Natuna, untuk pengembangan di arial percetakan sawah, yang telah tersedia 140 hektar,” kata Nizar.

Di percetakan sawah di desa lanjut ini sendiri, padi jenis ini sudah 4 kali di tanam, dan ini yang keempat kalinya di panen, dengan hasil setiap memanen menunjukan peningkatan

“Per hektar menghasilkan lebih kurang 4,5 ton gabah, kalau dijadikan bibit hasilnya kisaran 3 ton sebagai persiapan percetakan sawah di Natuna, sisanya untuk mengisi percetakan sawah yang ada di wilayah Kabupaten Lingga,” ujar M. Nizar.

BACA JUGA :

Polres Lingga Serahkan Sembako Kepada Warga Tak Mampu

Dia berharap hasil padi baik setelah di uji dan mendapat sertifikat sebagai bibit unggul” yang nantinya dapat memberikan kontribusi ke Kabupaten lainnya di Kepri,” ujarnya

Di tempat yang sama, Kepada Bidang Prasarana dan penyuluhan Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Kesehatan Hewan Provinsi Kepri, Suryani. Menyampaikan, pada tahun tahun sebelumnya di percetakan sawah seperti Karimun dan Tanjung Pinang, bibit padi ini sudah pernah di tanam dan hasilnya kurang baik, dan tidak lolos verifikasi.

Jika saja padi impago 8 yang kita panen ini, memang lolos, nantinya akan dilakukan pengembangannya, tidak hanya di Kabupaten Natuna saja, akan tetapi di kembangkan di Kabupaten lainnya di wilayah provinsi Kepri,” kata Suryani.

Suryani menambahkan, untuk mendapati sertifikat impago 8 sebagai bibit unggul, semua tergantung pada padinya sendiri,” tunggu saja hasilnya.” Ucab Suryani. ( juhari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here