Independennews.com | Jakarta – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pelaku pariwisata serta ekonomi kreatif untuk menjauhi praktik judi online.
Menurutnya, judi online merusak mental dan memberikan dampak negatif.
Hal itu disampaikannya saat membuka Sosialisasi Larangan Judi Online bagi ASN Kemenparekraf/Baparekraf, Selasa (30/7/2024).
Sandiaga menyebut judi online menjadi perhatian pemerintah. Pada Sosialisasi itu juga menghadirkan Deputi Pelaporan dan Pengawasan Kepatuhan PPATK, Fithriadi Muslim.
Sandiaga menguraikan lima kerugian judi online: kerugian finansial, kerusakan kesehatan mental dan fisik, gangguan hubungan sosial, masalah hukum, dan keterlibatan dalam kriminalitas.
Menurut penelusuran, ada 33 pegawai Kemenparekraf yang terindikasi terlibat judi online. Sandiaga menegaskan agar mereka segera berhenti dan tidak tergiur iming-iming keuntungan besar.
Sandiaga mengajak ASN untuk kembali ke nilai-nilai BerAKHLAK dan bekerja dengan semangat 3G (gercep, geber, gaspol) serta etos kerja 4AS (kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, kerja ikhlas) untuk mencapai Indonesia Emas 2045.
Sekretaris Kemenparekraf, Ni Wayan Giri Adnyani, menambahkan bahwa keterlibatan ASN dalam judi online merupakan pelanggaran disiplin sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 94 tahun 2021.
“Kegiatan sosialisasi ini sebagai upaya pencegahan agar ASN Kemenparekraf/Baparekraf tidak terjerumus dalam dunia perjudian,” kata Giri
Menurutnya sosialisasi ini penting untuk mencegah ASN terjerumus dalam judi online dan menciptakan budaya kerja BerAKHLAK.
“Kemenparekraf sudah mendapatkan surat teguran untuk 14 orang pegawai yang terlibat judi online dan akan ada teguran berikutnya terhadap 19 orang lagi yang terlibat. Jadi ini peringatan bagi kita semua dan akan ada tindak lanjut dari surat tersebut,” tegas Giri. (*)