RDP Komisi I DPRD Batam Terkait Penyetopan Gojek Beroperasi Belum Menemukan Titik Terang

0
601

IndependenNews.com, Batam-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam Gelar Rapat Dengar Pendapat ((RDP) terkait penyetopan operasi Ojek Online (Go Jek), Rabu (7/6/17) di ruang rapat komisi I DPRD Kota Batam.

Hadir dalam RDP, dari pihak kepolisian diwakili Wakapolres Polresta Barelang, Kadis Perhubungan Batam dan ratusan pengemudi Gojek online.

Pada kesempatan itu, Kadishub Kota Batam, Yusfa memefarkan alasannya terkait penghentian aplikasi Gojek, adapun alasan untuk menghindari bentrok antara pengojek menyusul seruan Forum Taxi Pangkalan Kota Batam serta pengojek pangkalan.

“Selain itu, aplikasi ojek berbasis online di Kota batam belum memenuhi persyaratan peraturan menteri nomor 26 tahun 2017.”Ujar Yusfa

Sementara itu, Aliansi Ojek Pangkalan juga menyatakan keberatan mereka dengan menolak operasi Ojek berbasis online, karena alasan akibat beroperasi nya Gojek pendapat ojek pangkalan berkurang.

“Kami pengojek pangkalan meminta agar ojek online di berhentikan selamanya.

Menanggapi pernyataan kadishub dengan para pengojek pangkalan ini, Ketua Komisi I DPRD Batam, Mustofa Mengatakan pihaknya berdiri pada posisi ditengah.

“Kami tidak akan melakukan pembelaan pada pada kelompok manapun. Ojek pangkalan adalah rakyat kami dan driver Ojek online juga rakyat kami. Disini kita mencari solusi, kita adakan RDP hari ini untuk mencari solusi yang baik bagi kedua kelompok.”Ujar Mustofa

Lanjut Mustofa, kita harapkan kedua kelompok dapat menjalankan kegiatan tanpa ada hambatan, ditengah sulitnya ekonomi saat ini masing masing harus saling menghargai apalagi untuk mencari nafkah menyambung hidup.

“Saling menghargai itu yang paling baik,”Katanya

Perwakilan gojek , Wardana mengaku bahwa perusahaannya telah memiliki izin PKPM dan Siup PBB. Bahkan Gojek adalah satu satunya perusahaan yang datang ke Kementrian Perbuhungan.

Meskipun hal itu telah diungkapkan Wardana, namun hasil rapat dengar pendapat belum dapat menemukan titik terang terkait nasib Gojek, apakah di izinkan beroperasi di Batam.

Salah satu penjojek online usai rapat dengar pendapat digelar Mengatakan sangat disayangkan pelarangan warga untuk mencari sesuap nasi.

“Apakah tak bisa mencari nafkah di Batam, ditengah sulitnya mencari pekerjaan. Kami menilai kehadiran Gojek dapat mengurangi pengangguran, bahkan ojek pangkalan juga bisa ikut gabung gojek. Kami berharap pemerintah kota Batam dapat mempertimbangkannya dengan Arif dan bijaksana.”Katanya
(Niko)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here