Ratusan Nelayan Desa Branta Pesisir Gelar Aksi Tolak Kebijakan Pemerintah

0
747

PAMEKASAN, Independennews.com– Ratusan nelayan warga desa branta pesisir, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Senin (08/01/2018) menggelegar aksi demo ke Kantor DPRD pamekasan. Aksi tersebut sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan pemerintah khususnya Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti, tentang kebijakannya mengeluarkan Peraturan Menteri Perikanan dan Kelautan Nomor 2 Tahun 2015.

Aksi nelayan desa branta pesisir ini merupakan bentuk dan aksi yang dilakukan bersama-sama dengan beberapa daerah lainnya yang tergabung dalam Aliansi Nelayan Indonesia terhadap larangan penggunaan alat penangkapan ikan trawls dan pukat harimau di wilayah perairan Indonesia.

“Kami merasa dikebiri dengan adanya Permen KP No. 2 Tahun 2015, karena kami dalam menangkap ikan menggunakan alat tangkap traditional cantrang,” kata salah satu orator dalam orasinya.

Para nelayan merasa tersandra dengan adanya larangan tersebut karena mereka merasa perekonomiannya menjadi rusak.

“Oleh karena itu, kami meminta kepada seluruh jajaran Pemkab dan DPRD Pamekasan untuk menyampaikan aspirasi kami ini kepada Presiden Joko Widodo melalui Menteri Perikanan Dan Kelautan agar nelayan cantrang tetap bisa melaut menggunakan alat kami ini,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga siap mengikuti aturan pemerintah jika para nelayan yang saat ini menggunakan cantrang tidak ditangkap sebelum regulasi aturannya jelas.

“Jika pemerintah menarik pemberlakuan larangan alat tangkap cantrang, kami nelayan cantrang siap diatur,” katanya menjelaskan.

Dalam aksi nelayan ini,  selain diikuti kaum laki-laki  namun ratusan kaum perempuan juga ikut mendukung  aksi para nelayan .

(Anton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here