Coffe Morning Bersama Unsur Pimpinan Dewan, Wartawan Bahas Berbagai Persoalan Termasuk Soal HGU PT.Tebo Indah

0
290

TEBO, INDEPENDENNEWS.COM — Sejumlah awak Media Tebo bersama unsur pimpinan DPRD Tebo gelar diskusi tampung aspirasi wartawan di ruang banggar kantor DPRD Tebo di komplek kantor Pemda Tebo (21/1/2020)

Dalam diskusi tersebut para awak media mempertanyakan banyak persoalan seputar alokasi anggaran untuk bea peliputan dan iklan. Selain itu pemberitaan media terkait persoalan pelanggaran dalam proyek pembangunan dan keberadaan perizinan dan kegiatan usaha perusahaan yang merusak lingkungan dan perampasan hak masyarakat.

Salah satu wartawan Iwan Perdana yang mempertanyakan tentang persoalan perizinan HGU PT.Tebo Indah yang menyebabkan kerugian pada masyarakat karena tidak dapat membuat sertifikat tanahnya kareana pemukiman mereka masuk dalam kawasan HGU.

Kata iwan mengapa sudah ada pemberitaan dari media dan adanya kerugian pada masyarakat akibat pemukiman mereka masuk dalam HGU PT. Tebo Indah sehingga mereka tidak dapat mendapatkan haknya untuk membuat sertifikat, bahkan sepadan sungai masuk dalam peta HGU tetapi tidak di respon oleh oleh dewan, padahal di sana jelas ada pelanggaran terhadap aturan yang berlaku,”tanya Iwan Perdana

lanjut Iwan Perdana, hal diatas menurutnya sudah sangat jelas ada yang salah di dalam penerbitan HGU PT Tebo Indah tersebut, ada pemukimam masyarakat lalu di masukkan dalam kawasan HGU, yang semestinya itukan harus di keluarkan.
Kemudian sepadan sungaipun ada yang masuk HGU, itu jelas melanggar katanya lagi.

Iwan berharap agar hal hal seperti ini menjadi perhatian para wakil Rakyat.”tambahnya.

Menaggapi pertanyaan Iwan Perdana, Ketua DPRD Tebo Mazlan mengatakan, “soal itu, nanti akan kita bahas lebih lanjut dengan melibatkan komisi yang membidangi, kita butuh juga masukan dan sumbang saran dari kawan kawan media agar pembangunan di tebo ini benar-benar dapat di mamfaatkan oleh masyarakat karena kita bekerja di sini demi kepentingan masyarakat.

“Sebagai wakil rakyat pengawasan memang menjadi fungsi kami sebagai dewan, tetapi soal itu kami harapkan ada laporan dan pengaduan langsung dari masyarakat ke kami.”jelasnya.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua I Invandri menambahkan,” Kita butuh data-data kongkrit untuk memproses dan akan kita berdayakan segala perangkat kerja dewan yang ada, sesuai foksinya guna dapatkan solusinya.

“kami belum terima laporan langsung dari masyarakat yang dilengkapi dengan data kongkritnya, jika ada pasti akan kita bahas.” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua II Syamsu Rizal mengatakan,”bahwa ada keterbatasan wewenang kami terhadap hal hal kebijakan yang di keluarkan oleh pusat, di mana kami tidak dapat berbuat banyak tetapi bukan berarti tidak berbuat.

“ada beberapa persoalan mengenai kegiatan dan perizinan perusahaan yang menjadi komplik di lapangan dan bermacam cara kita upayakan, tetapi karena wewenang pusat itu menjadi kendala untuk menyelesaikannya.”ungkapnya.

Ketua DPRD Tebo sebelum menutup diskusi, ia mengajak para awak untuk saling bersinergi mengawal dan membangun tebo kedepannya.(Hrf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here