Rapat Pendeta HKBP, Dongkrak Ekonomi dan Pariwisata Tapanuli Utara

Independennews.com | Tapanuli Utara – Gelaran akbar Rapat Pendeta Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) yang akan berlangsung di Kecamatan Sipoholon, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), diyakini menjadi momentum penting tidak hanya bagi kalangan gerejawi, tetapi juga bagi kebangkitan ekonomi masyarakat setempat.

Hal itu disampaikan oleh Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran (JTP) Hutabarat, S.Si., M.Si., saat meninjau langsung kesiapan Seminarium Sipoholon sebagai lokasi pelaksanaan rapat pendeta, Jumat (25/10/2025). Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi sejumlah pimpinan HKBP dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

“Kehadiran ribuan pendeta di Sipoholon ini bukan sekadar agenda rohani, tetapi juga momentum strategis yang akan memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal — mulai dari sektor UMKM, transportasi, kuliner, hingga pariwisata,” ujar JTP dengan penuh optimisme.


Menurutnya, kepercayaan HKBP memilih Kabupaten Tapanuli Utara sebagai tuan rumah rapat pendeta merupakan bentuk penghargaan sekaligus pengakuan atas kesiapan daerah dalam mendukung kegiatan berskala nasional. Pemerintah daerah, lanjutnya, berkomitmen memberikan dukungan penuh agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan nyaman bagi para peserta.

“Kami ingin memastikan seluruh aspek pendukung — mulai dari akomodasi, ruang rapat, fasilitas sanitasi, hingga keamanan — telah memenuhi standar terbaik. Ini adalah bentuk komitmen kami sebagai tuan rumah yang ingin memberi kesan mendalam bagi seluruh peserta,” tegas JTP.


Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan rencana kehadirannya pada pembukaan rapat serta acara ramah tamah bersama Pimpinan HKBP dan seluruh peserta. Ia berharap, kegiatan besar ini dapat memperkuat hubungan antara gereja dan pemerintah daerah dalam membangun masyarakat yang beriman, rukun, dan sejahtera.

“Sinergi antara pemerintah dan lembaga keagamaan sangat penting. Gereja memiliki peran besar dalam membangun karakter dan spiritualitas masyarakat, sementara pemerintah mendukung melalui kebijakan dan fasilitas pembangunan,” tambahnya.


Rapat Pendeta HKBP tahun 2025 ini dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai 27 hingga 30 Oktober 2025, dengan estimasi kehadiran lebih dari 2.250 pendeta dari seluruh distrik HKBP di Indonesia. Kehadiran ribuan peserta ini diharapkan dapat menggerakkan roda ekonomi masyarakat lokal, terutama pelaku usaha kecil, penginapan, dan jasa transportasi di kawasan Sipoholon dan sekitarnya.

“Kami melihat ini bukan hanya kegiatan keagamaan, tapi juga momentum promosi wisata Taput. Banyak peserta yang akan mengenal keindahan alam Sipoholon, Danau Toba, serta kuliner khas daerah kita,” tutup JTP.


(Laporan: Maju Simanungkalit)

You might also like