Independennews.com | Taput – Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran (JTP) Hutabarat, S.Si., M.Si., melantik para kepala sekolah baru untuk 26 Sekolah Dasar (SD) dan 18 Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) dalam acara resmi yang digelar di Aula Martua Kantor Bupati, Senin (17/11/2025). Pelantikan tersebut menjadi momentum penting dalam upaya memperkuat tata kelola pendidikan dan mendorong peningkatan mutu pembelajaran di seluruh wilayah Tapanuli Utara.
Dalam arahannya, Bupati JTP menegaskan bahwa penempatan para kepala sekolah bukan sekadar pengisian jabatan struktural, melainkan amanah besar untuk membawa perubahan nyata. Ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan melakukan evaluasi kinerja para kepala sekolah setelah satu semester untuk memastikan seluruh program dan target berjalan sesuai harapan.
“Jabatan kepala sekolah bukan hanya formalitas, tetapi tanggung jawab besar. Kepala sekolah harus menjadi pemimpin yang mampu menggerakkan seluruh elemen di sekolah—guru, tenaga administrasi, komite, hingga orang tua murid,” tegas JTP.
Bupati juga menyinggung persoalan penurunan jumlah siswa di beberapa sekolah negeri di Taput. Menurutnya, kondisi tersebut perlu segera ditangani melalui inovasi pembelajaran dan strategi manajemen sekolah yang lebih kreatif.
Ia meminta kepala sekolah dan guru untuk menerapkan model pembelajaran yang adaptif dan efektif, termasuk sistem belajar berkelompok di sekolah yang muridnya minim, agar proses belajar tetap berjalan optimal.
“Kreativitas dan inovasi harus muncul dari kepala sekolah. Cari solusi, bukan alasan,” pesan JTP.
Dalam kesempatan itu, Bupati JTP mengingatkan pentingnya transparansi pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Ia meminta seluruh kepala sekolah untuk membangun koordinasi intens dengan Dinas Pendidikan agar penggunaan dan pelaporan anggaran berjalan sesuai ketentuan.
Bupati juga mengeluarkan peringatan keras terkait potensi penyalahgunaan jabatan. Ia meminta kepala sekolah untuk tidak melayani siapa pun yang mengatasnamakan dirinya untuk meminta keuntungan pribadi.
“Kalau ada yang mengatasnamakan saya untuk kepentingan tertentu, jangan dilayani. Itu jelas tidak mendapat persetujuan saya,” tegasnya.
Mengakhiri sambutannya, JTP mengajak para kepala sekolah untuk bekerja sepenuh hati demi mewujudkan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berdaya saing di Tapanuli Utara.
“Berikan yang terbaik untuk Tapanuli Utara. Pendidikan adalah fondasi masa depan kita,” tutupnya.
(Maju Simanungkalit)


