Independennews.com | Padang – Di tengah riuh komentar dan spekulasi yang berkembang, Program Bintang Aktivis Kampus (BAK) Wisuda Periode 140 Universitas Negeri Padang (UNP) menegaskan bahwa seluruh proses seleksi berjalan transparan, akuntabel, dan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan. Panitia pelaksana membantah keras dugaan adanya manipulasi data yang belakangan mencuat.
Momen Wisuda ke-140 UNP di Auditorium Kampus Air Tawar berlangsung Minggu (21/9).
Ketua Pelaksana BAK 140, Hasbi, menjelaskan bahwa penambahan kuota peserta dari 20 menjadi 30 bukan tindakan sepihak seperti yang dituduhkan sebagian pihak. Ia menegaskan bahwa langkah tersebut lahir dari aspirasi peserta saat masa sosialisasi.
“Tuduhan kepada kami tidak benar, hanya asumsi negatif dari peserta yang tidak lolos. Penambahan kuota merupakan permintaan pendaftar saat sosialisasi,” tegas Hasbi.
Hasbi menambahkan bahwa panitia bekerja mengikuti dinamika dan kebutuhan di lapangan, bukan untuk mengakomodasi kepentingan tertentu. Respons cepat terhadap aspirasi ini, menurutnya, justru menunjukkan bahwa panitia berkomitmen menjaga keadilan bagi semua peserta.
Usai pengumuman dirilis, panitia membuka ruang diskusi untuk menampung keberatan peserta. Namun forum tersebut sempat berjalan tidak kondusif akibat adanya desakan berlebihan dari beberapa pihak.
“Diskusi tidak terarah karena mereka ngotot masuk 30 besar. Bahkan ada upaya intimidasi, seperti memfoto panitia saat berkegiatan di PKM lalu menandai di grup WhatsApp,” ungkap Hasbi.
Di tengah tekanan dan situasi yang memanas, panitia tetap menjaga ketenangan dan profesionalisme—sikap yang dinilai penting dalam dinamika organisasi kemahasiswaan.
Wakil Presiden Mahasiswa BEM KM UNP, Farras Fathin Naufal, menilai perlu adanya penguatan mekanisme agar polemik serupa tidak terulang. Namun demikian, ia tetap mengapresiasi kerja panitia yang dinilai transparan dan terbuka terhadap kritik.
“Kami di BEM perlu menjaga kepercayaan peserta dengan meningkatkan pengawasan dan memperjelas mekanisme,” ujarnya.
Farras juga menjelaskan bahwa tidak diumumkannya peraih BAK di media sosial resmi BEM dipengaruhi oleh rasa kecewa panitia terhadap sikap sebagian peserta yang dinilai tidak kondusif.
Meski diterpa isu dan tudingan, panitia BAK 140 dianggap tetap memegang teguh integritas, objektivitas, dan transparansi. Upaya mereka membuka ruang diskusi, mengikuti aspirasi peserta, serta menjalankan proses sesuai prosedur menunjukkan bahwa seleksi BAK telah berada di jalur yang benar.
Dengan kemampuan meredam polemik dan menjaga marwah organisasi, panitia BAK Periode 140 dinilai layak mendapatkan apresiasi atas dedikasi dan ketenangan mereka dalam menghadapi dinamika yang cukup kompleks.
(Dioni)