Peran Penting Pemda Natuna Dalam Pengentasan Kesehatan Masyarakat dan Minus Stunting

0
125
Foto : Plt Dinas Kesehatan Natuna Hikmat Aliansyah

Independennews.com, Natuna – Dalam mengentaskan masyarakat sehat, Pemerintah Kabupaten Natuna melakukan berbagai upaya untuk mensukseskan masyarakat hidup sehat dengan berbagai program dibidang pelayanan kesehatan.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna, Hikmat Aliansyah kepada independennews.com saat di konfirmasi lewat telepon genggamnya, Rabu (23/6/21)

“Sebagai program prioritas di Kabupaten Natuna dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, pemerintah Kabupaten Natuna terus meningkatkan akses pelayanan kesehatan melalui Peningkatan mutu pelayanan kesehatan melalui kebijakan penguatan primary health care (Penguatan pelayanan dasar) di puskesmas,” terang Hikmat Aliansyah.

Foto : Plt Dinas Kesehatan Natuna Hikmat Aliansyah

Sebagai bentuk pelayanan dasar itu, Pemkab Natuna sudah menghadirkan 14 puskesmas, diantaranya 12 puskesmas sudah terakreditas, dan sedangkan 2 puskesmas lagi masih dalam tahap pendampingan.

“Penyediaan sarana dan prasarana fasilitas pelayanan kesehatan di 15 kecamatan, saat ini sudah kita siapkan 14 bangunan puskesmas dan 1 RSUD, 1 puskesmas sementara diajukan untuk pembangunan tahun 2022.”tutur Hikmat Aliansyah

Sementara itu untuk Penyediaan obat-obatan dan BMHP di setiap fasilitas pelayanan kesehatan yang disesuaikan dengan formularium nasional, Penyediaan jaminan kesehatan masyarakat bagi seluruh masyarakat Natuna yang terintegrasi dengan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Penyediaan SDMK untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan.

Meningkatkan status kesehatan dan gizi masyarakat melalui Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan pada semua kontinum siklus kehidupan (Ibu, Anak, Remaja, dan Lanjut Usia), dengan menerapkan continuum of care Tahun 2018 telah dilakukan kerja sama dengan dinas kependudukan dan catatan sipil (DISDUKCAPIL) melalui strategi SIBERES untuk meningkatkan pelayanan ibu bersalin difasilitas pelayanan kesehatan dengan tujuan menurunkan AKI dan AKB.

Percepatan perbaikan gizi masyarakat melalui penanggulangan dan penangan stunting di Natuna. Peningkatan Kesehatan lingkungan melalui Desa ODF Meningkatkan pengendalian dan penanggulangan faktor risiko penyakit menular dan tidak menular.

Meningkatkan Pengendalian dan Penanggulangan Faktor risiko penyakit menular dan tidak menular, melalui intervensi berbasis risiko penyakit, mengurangi risiko penyakit dengan menerapkan GERMAS serta peningkatan surveilans penyakit.

Menurut Hikmat Aliansyah, Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Stunting merupakan penyakit yang sangat di kuwatirkan oleh masyarakat. Untuk itu dalam mengantisipasi Stunting ada beberapa strategi dalam mengatasi Stunting.

“Sejak tahun 2017 Natuna masuk ke dalam lokasi khusus intervensi stunting, Adapun tahapan dalam penanganan stunting di Natuna adalah sebagai berikut : Pembentukan TIM Koordinasi Percepatan Penanggulangan Stunting Kabupaten Natuna berdasarkan SK Bupati Natuna Nomor 344 Tahun 2019.

“Renbuk stunting tingkat kecamatan dan tingkat Kabupaten dengan tujuan membangun komitmen Bersama dalam rangka penanggulangan dan intervensi stunting.
Implementasi komunikasi Perubahan Perilaku Masyarakat untuk mencegah stunting,
Pelayanan posyandu setiap bulan dalam rangka pemantauan tumbuh kembang anak.
Menggerakkan masyarakat dalam pemanfaatan potensi local dalam pemenuhan gizi untuk pencegahan stunting. Adanya kolaborasi antara pusat dan daerah dalam penanggulangan stunting,” katanya

Program pemerintah pusat dalam bidang kesehatan dalam mengatasi dan mengatisipasi agar anak anak indonesia terhindar dari kekurangan Gizi, merupakan tolak ukur untuk pelayanan kesehatan masyarakat Natuna.

Dengan adanya program pengentasan stuntung di wilayah Natuna selama beberapa tahun kedepan ini, telah menunjukkan hasil yang sangat baik, Kata Hikmat Aliansyah, hal itu terlihat dari grafik penurunan jumlah penderita stunting setiap tahunnya.

“Anak Balita yang mengalami stunting pada tahun 2016 sebanyak 26,40%, kemudian terjadi penurunan pada tahun 2017 menjadi 19,06%, sedangkan tahun 2018 meningkat lagi menjadi 20.05%, dua tahun terakhir terjadi penurunan yaitu 18,87% pada tahun 2019 dan 11,00% pada tahun 2020.

Upaya untuk mensukseskan minus stunting di Natuna, tambah Hikmat Aliansyah, melakukan kolaborasi dengan semua sektoral yang berhubungan untuk melaksanakan intervensi spesifik dan intervensi sensitive.

Pertama Intervensi Spesifik telah dilakukan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan antara lain : Peningkatan mutu pelayanan Kesehatan, Peningkatan Akses Pelayanan Kesehatan ex : penyediaan jaminan kesehatan. Peningkatan kesehatan dan keselamatan ibu dan anak, Peningkatan kesehatan dan keselamatan Remaja, Peningkatan dan penanggulangan Penyakit menular dan tidak menular, Peningkatan Perbaikan gizi masyarakat.

Kedua Intervensi Sensitif dilakukan kerja sama lintas sektor dalam rangka memastikan
Dinas Pendidikan : Memastikan pelaksanaan Kelas Parenting, anak umur 2-6 tahun terdaftar di PAUD

Dinas Perkim : Memastikan Rumah Tangga menggunakan sumber air minum layak, RT bersanitasi layak
Dinas Sosial : Memastikan KPM RKH, 1000 HPK sebagai penerima PPNT
Dinas Ketahanan Pangan : Memastikan desa menerapkan KRPL

Dinas Pemberdayaan perempuan dan KB : Memastikan adanya kelas ibu hamil dalam rangka konseling gizi dan kesehatan bagi ibu hamil, serta memastikan keluarga yang memiliki Balita mengikuti Bina Keluarga Balita (BKB). Tutipnya (AL)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here