Sosialisasi Pencegahan Bahaya Radikalisme dan Terorisme Tahun 2021

0
115

 

INDEPENDENNEWS.COM, Asahan – Upaya meningkatkan penangulangan dan pencegahan tindak pidana terorisme, Pemerintah Kabupaten Asahan melalui Kesbangpol Asahan bersama Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sumatera Utara (Provsu) menggelar dialog dan sosialisasi bahaya teroris kepada Masyarakat, Kamis (10/06/2021) bertemoat di Aula Kesbangpol Kabupaten Asahan.

Untuk menjaga situasi dan kondisi yang kondusif terhadap gangguan dan ancaman terorisme di wilayah Sumatera Utara yang berpotensi menggangu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kepala Badan Kesbangpol Provsu yang diwakili oleh Kepala Bidang Penanganan Konflik dan Kewaspadaan Nasional Provsu Budianto Tambunan, SE, M. Si mengatakan, masalah terorisme di Indonesia masih merupakan persoalan yang serius walaupun sudah banyak pelaku teror yang berhasil ditangkap dan diproses hukum, serta sel-sel dan jaringan teroris yang dihancurkan.

Meski sudah dilakukan berbagai upaya untuk menekan jaringan teroris tetapi eskalasi konflik dibeberapa negara, khususnya di wilayah Timur Tengah yang menunjukkan tanda-tanda mereda, maka potensi radikalisme dan munculnya aksi-aksi terorisme dikhawatirkan akan terus ada karena jaringan teroris selalu menyebarkan jaringannya keseluruh dunia termasuk Indonesia.

Buduanto berharap, setelah mengikuti kegiatan ini kita memahami hakikat dan bahaya dari paham radikalisme dan terorisme dan kita dapat menemukan solusi yang tepat untuk mengantisipasi dan menanggulanginya.

“Dan kepada peserta sosialisasi saya berharap untuk mengikuti seluruh rangkaian acara dan menyimak materi yang disampaikan dengan seksama,” tutup Budianto.

Sementara, Edi Sukmana, SH, MSi selaku staf ahli Bupati Asahan, menyampaikan arahan dan bimbingan dari Bupati Surya, mengatakan dalam menangkal radikalisme yaitu mosi tidak percaya dan meragukan pancasila sebagai dasar Negara, dan mengkritis Pemerintah bahkan menentangnya dan menyerang tokoh nasional.

Menurutnya ada beberapa faktor pendorong yang membuat generasi muda terpengaruh radikalisme, yaitu merasa jiwanya kosong, adanya idelogi yang dianggap tepat (instan), kecewa kepada Pemerintah/Negara, adanya kelompok dengan ideologi radikal terorisme dan pengaruh orang terdekat.

Dengan penjelasan diatas tentu dapat mempengaruhi keamanan dan ketentraman, untuk itu dalam menjaga dan memelihara stabilitas keamanan, ketertiban umum di daerah perlu diakukan doktrinisasi Pancasila dan ideologi, perlu membuka kanal aduan terkait intorelan, radikalisme, dan terorisme untuk ditindaklanjuti serta perlu adanya kerjasama antara pemerintah dan masyarakat sipil/ormas yang relevan dalam deteksi dini dan cegah dini.

Mengakhiri bimbingan dan arahannya, Ia berharap acara sosialisasi ini dapat terus berlanjut agar terbina pemahaman yang kuat pada Pancasila sebagai Dasar Negara Kesatuan RI, untuk itu diharapkan kepada OPD terkait yang memiliki tupoksi terkait pencegahan radikalisme dan terorisme agar terus meningkatkan kinerja serta tidak lelah dan bosan menjalankan tugasnya.

Terakhir, yang menjadi narasumber kegiatan ini adalah Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Asahan Harry Naldo Tambunan, SE, materi peran Pemkab Asahan dalam menangkal radikalisme, terorisme dan paham yang bertentangan dengan Pancasila, Ketua Institut For Culture and Radikalism Studies Dr. Zulkarnain Nasution, MA, materi peran dalam menangkal radikalisme dan terorisme dan ikhwan Ustadz Zumiran, materi mencintai NKRI dengan sepenuh hati yang diikuti oleh para mahasiswa di Kabupaten Asahan. (SS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here