Pengacara Maryan.SH Layangkan Somasi Terbuka ke Polres Rokan Hulu dan Kejaksaan Negeri Pasir Pengaraian

0
856

INDEENDENNEWS.COM, ROKAN HULU — Pengacara Maryan.SH melayangkan Somasi terbuka kepada Polres Rokan Hulu dan Kejaksaan Negeri Pasir Pengaraian, atas kasus yang dialami oleh kliennya berinisal MWN (23) yang diduga melakukan Tindak Pidana Narkotika pada 21 Mei 2019 lalu.

Pengiriman somasi terbuka oleh Pengacara Maryan ke Polres Rokan Hulu karena dinilai kurangnya Profesionalisme Penegak Hukum di Polres Rokan Hulu bagian Satker Reserse Narkotika dan Kejaksaan Negeri Pasir Pengaraian.

Maryan.SH selaku Kuasa Hukum tersangka menyampaikan Somasi/Peringatan ini agar dapat diketahui oleh Polres Rohul dan Kejaksaan Negeri Pasir Pengaraian.

Menurut Maryan.SH, MWN sebagai kliennya telah ditahan oleh Pihak Polres Rokan Hulu selama 72 hari terhitung sejak 21 Mei 2019 hingga saat ini (05/8/19 ) belum diserahkan kepada Pihak Kejaksaan Negeri Pasir Pengaraian.

“Dapat diketahui bahwa berdasarkan KUHAP di Pasal 24 menyebutkan masa Penahanan di Kepolisian adalah selama 20 Hari ditambah Perpanjangan selama 40 Hari. Atas dasar pasal 24 KUHAP ini, bahwa penahanan yang dialami oleh klien saya sudah melewati batas maksimum 70 hari. Tetapin belum diserahkan oleh Penyidik ke pihak Kejaksaan”, papar Maryan.SH.

Lanjut Maryan SH, bahwa dari sisi lain yakni jumlah Barang Bukti Narkotika Golongan I jenis Sabu tersebut, terlihat Pemahaman Penyidik mengenai UU Narkotika dan Ketidak Profesionalisme Penyidik sehingga Penegakan Hukum Narkotika, untuk Masyarakat yang tidak paham dapat dirugikan Hak-hak yang melekat pada masyarakat.

“Dalam artian, Penegakan Hukum (Law inforcemen) oleh Polres Rohul Reserse Narkotika dalam menjalankan Peraturan Undang-undangan Narkotika, jangan selalu diidentikkan dengan Pemenjaraan terhadap tersangka/terdakwa. Sebab, UU Narkotika dan Peraturan lainnya sudah jelas disitu aturannya. Maka Disinilah Peranan Penting BNNK yang ada di Daerah Rohul agar Pihak Reserse Narkotika Polres Rohul bersinergi dan kordinasi terhadap Tindak Pidana Narkotika yang terjadi, apakah dilakukan upaya Rehabilitasi maupun pemenjaraan,” lanjut Maryan.SH.

“Maka untuk singkat kata, saya meminta kepada Kapolres Rokan Hulu dan Kejari Rokan Hulu agar dapat mempertimbangkan somasi ini, dan agar kliennya tersebut Lepas Demi Hukum,” tutup Maryan.SH mengakhiri wawancara.

Berkenaan dengan kasus yang dialami oleh kliennya seorang laki-laki berinisal MWN (23) atas Dugaan Tindak Pidana Narkotika pada tanggal 21 Mei 2019 lalu dinilai tidak adanya Profesionalisme Penegak Hukum yakni Polres Rokan Hulu (Satker Reserse Narkotika) dan Kejaksaan Negeri Pasir Pengaraian. Hal demikian membuat Maryan.SH yang dipercayai menjadi Kuasa Hukum tersangka menyampaikan Somasi/Peringatan ini agar dapat diketahui oleh Polres Rohul dan Kejaksaan Negeri Pasir Pengaraian.

Sebab, kata Maryan.SH, MWN sebagai kliennya telah ditahan oleh Pihak Polres Rokan Hulu selama 72 hari terhitung sejak 21 Mei 2019 hingga saat ini (05/8/19 ) belum diserahkan kepada Pihak Kejaksaan Negeri Pasir Pengaraian.

“Untuk dapat diketahui dalam KUHAP di Pasal 24 masa Penahanan di Kepolisian adalah selama 20 Hari ditambah Perpanjangan selama 40 Hari. Dari inilah pandangan terhadap penahanan yang dialami oleh kliennya sudah melewati batas maksimum 70 hari. Namun belum diserahkan oleh Penyidik ke pihak Kejaksaan”, papar Maryan.SH.

“Di sisi lain, dari jumlah Barang Bukti Narkotika Golongan I jenis Sabu tersebut terlihat Pemahaman Penyidik mengenai UU Narkotika dan Ketidak Profesionalisme Penyidik sehingga Penegakan Hukum Narkotika, untuk Masyarakat yang tidak paham dapat dirugikan Hak-hak yang melekat pada masyarakat. Dalam artian Penegakan Hukum (Law inforcemen) oleh Polres Rohul Reserse Narkotika dalam menjalankan Peraturan Undang-undangan Narkotika, jangan selalu diidentikkan dengan Pemenjaraan terhadap tersangka/terdakwa. Sebab, UU Narkotika dan Peraturan lainnya sudah jelas disitu aturannya. Maka Disinilah Peranan Penting BNNK yang ada di Daerah Rohul agar Pihak Reserse Narkotika Polres Rohul bersinergi dan kordinasi terhadap Tindak Pidana Narkotika yang terjadi apakah dilakukan upaya Rehabilitasi maupun pemenjaraan,” lanjut Maryan.SH.

Maryan menambahkan, singkat kata, saya meminta kepada Kapolres Rokan Hulu dan Kejari Rokan Hulu agar dapat mempertimbangkan somasi ini, dengan harapan agar kliennya Lepas Demi Hukum.

“Ya, saya berharap Kapolres Rokan Hulu dan Kejari Rokan Hulu mempertimbangkan penahan Klien saya untuk dibebaskan demi Hukun.” Kata Maryan.SH (Riz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here