Pemeliharaan Aset Gas, bright PLN Batam Siapkan Pemadaman Bergilir

0
341

Batam, Independennews.com — PT Conoco Philips Grissik Line (CPGL), sebagai pemasok gas terbesar di Indonesia, saat ini sedang melakukan pemeliharaan sumur yang ada di Sumatra Selatan. Pemeliharaan tersebut berakibat sumur tidak bisa melakukan proses produksi. Pemeliharaan sumur Gas akan dilakukan pada tanggal 23 Februari sampai dengan 1 Maret 2019.

Kegiatan pemeliharaan rutin dilakukan setiap tahun yang tentunya berdampak pada pasokan kuota gas ke Batam, secara otomatis akan berpengaruh pada kemampuan operasi pembangkit gas PT PLN Batam. Kondisi tersebut merupakan kejadian yang tidak bisa terhindari dan diluar kemampuan PLN Batam.

Meski demikian, PGN akan mengatur secara proporsional penyaluran gas untuk meminimalisir dampak ini.
Akibat dari pemeliharaan pipa gas tersebut suplai gas kepada pelanggan PGN di Batam akan terganggu yang salah satu pelanggannya adalah bright PLN Batam.

Konsumsi gas bright PLN Batam yang setiap harinya 41,42 BBTUD dari jalur tersebut akibat adanya pemeliharaan, mengakibatkan berkurangnya pasokan gas ke PT PLN Batam menjadi kurang lebih 14 BBTUD, situasi ini menyebabkan berkurangnya daya mampu pembangkit PLN Batam. Total Pembangkit gas PLN Batam dan IPP yang disuplai oleh PGN sebesar 288 MW dengan jumlah gas yang dibutuhkan sebesar 41,42 BBTUD.

“Kami sebagai pelanggan PGN tentunya terkena dampaknya, namun karena ini memang harus dilakukan penyedia gas, guna meningkatkan keandalan suplai gas di Batam. Untuk itu kami juga harus mendukung program tersebut daripada suatu saat menjadi shut down total akan sangat berbahaya terhadap pelanggan listrik Kota Batam, apalagi menjelang kontestasi politik baik Pemilu maupun Pilpres. Tentunya suplai listrik harus kondusif dan PGN mempersiapkan infrastrukturnya menjelang moment politik tersebut ”, jelas Samsul Bahri Vice President Public Relations bright PLN Batam.

bright PLN Batam sendiri membutuhkan energi gas untuk bahan bakar sebagian besar pembangkit listrik tenaga gas diantaranya PLTG, PLTMG Panaran dan PLTG, PLTGU Tanjung Uncang.

“Dari total daya mampu pembangkit kami baik dari gas, batu bara, diesel, memang bahan bakar gas penggunaannya mencapai 70 % dari total bahan bakar pembangkit kami”, ujar Samsul Bahri.

Berkurangnya pasokan gas ke Batam maka bright PLN Batam juga akan mengurangi operasional pembangkit-pembangkit berbahan gas yang mengakibatkan defisit daya, kurang lebih 140 MW.

“Kami akan mengoptimalkan beberapa pembangkit lain yang tidak berbahan bakar gas terutama pembangkit berbahan bakar batu bara dan MFO (diesel) sehingga dapat meminimalisir dampak pemadaman. Kita juga akan memprioritaskan objek vital seperti Rumah Sakit, Bandara, Instalasi Pengolahan Air, Lapas dll.

“Skema pemadaman sedang disusun oleh teman-teman di sistem karena kami berharap masih ada tambahan gas dari operator, namun kami berusaha semaksimal mungkin agar pemadaman tidak terlalu meluas dan durasi yang lama.

Untuk jadwal padam nantinya pelanggan dapat melihat di website, media sosial bright PLN Batam maupun menghubungi Contact Centre 123 maksimal H-2 sudah kami publish jadwal padamnya”, tambah Samsul Bahri.

Maka dari itu bright PLN Batam menghimbau kepada pelanggan untuk menghemat pemakaian energy listrik dan mematikan peralatan elektronik yang tidak digunakan. Hal tersebut dilakukan untuk meminimalisir banyaknya wilayah yang terkena padam.

“Kita berharap semoga pemeliharaan infrastuktur gas cepat diselesaikan dan sesuai jadwal serta cuaca Batam tidak terlalu panas jadi beban listrik tidak terlalu tinggi, kami juga memohon maaf sebesar-besarnya kepada pelanggan atas kondisi yang tidak bisa kami hindari ini ”. Tutup Samsul Bahri (**)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.