Pemda Tebo Gelar Musrenbang TA 2020 Melalui Telekomfren

0
84

TEBO, INDEPENDENNEWS.COM
Pemerintahan daerah Kabupaten Tebo menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) amanat undang undang no 25 tahun 2004 dan permendagri no 86 tahun 2017, Rencana kerja pembangunan daerah tahun anggaran 2021.

“Pelaksanaan kegiatan dalam suasana pandemik virus corona 19 dan antisipasi penyebarannya Pemda tebo memamfaatkan teknologi alat komunikasi melalui telekomfren video sesuai dengan petunjuk mendagri dalam pelaksanaan Musrembang di daerah, Kamis (9/4/2020).

Hadir mengikuti musrenbang ini diantaranya Bupati Tebo H.Sukandar.S.Kom.M.Si, Wakil Bupati Syahlan.SH,. Plh.Sekda, Kepala Bapepeda Tebo, turut hadir Kepala Bappeda Provinsi Jambi Dr.Doni Iskandar.S.Sos,MT, asisten sekda dan staf ahli bupati, Kepala organisasi pemerintahan daerah (OPD), Kepala bagian serta para camat se-Kabupaten Tebo.

Mengawali konferensi video Bupati Sukandar mengatakan pandemik covid19 sangat berdampak pada dunia tidak terkeuali indonesia, terutama soal ekonomi dan aktifitas sosial masyarakat. Saat ini indonesia mengalami penurunan di berbagai bidang sektor, Pendapatan negara di prediksi mengalami penurunan menjadi 78,9% dsti APBN 2020 atau senilai 1.761 triliun rupiah.

“ Semua sektor mengalami penurunan yang menyebabkan pendapatan negara ikut menurun, berbanding terbalik dengan belanja negara yang melonjak _+102,9 triliun dari target APBN 2020 yang di targetkan 1,76% dari pajak daerah dan Rettibusi daersah (PDRD) sebesar 307 triliun akan melebar menjadi 853 triliun atau sama dengan 5,07% dari PDRD dan tentunya kondisi dan situasi ini akan bergantung pada status pandemik kedepan nantik,Jelas sukandar.

Tentang langkah pencegahan pandemik Corona.

Dalam kesempatan yang sama Sukandar juga memaparkan tentang langkah langkah Pemda Tebo untuk upaya pencegahan memutus mata rantai penyebaran virus corana dalam wilayah Kabupaten Tebo diantarnya dengan membentuk Tim gugus tugas Covit19 dan kegiatan kerja yang terukur, serta juga telah menyiapkan anggaran dana tanggap darurat sebesar Rp1,2 milyar alokasi dana tak terduga yang bersumber dari APBD Tebo dan anggaran tersebut dapat berubah sesuai situasi berkemang.

Kemudian masih dalam sambutan telekomfren Bupati Tebo mengatakan bahwa besaran anggaran yang di tetapkan senilai Rp1,2 milyar kemungkinan belum mencukupi sesuai arahan mendagri dalam surat no 1 tahun 2020 dan akan dilakukan penjadwalan ulang terkait capaian program kegiatan untuk pengutamakan penggunaan alokasi anggaran tertentu (refocusing)

Seperti di ketahui bersama virus corona 19 mempengaruhi semua aspek, surat menteri keuangan no S247/MK07/2020 tanggal 27 maret 2020 mengenai penghentian semua proses pengadaan barang dan jasa, Alokasi khusus fisik TA 2020 yang menyebabkan penghentian semua kegiatan prioritas telah diusulkan dan dibiayai APBN untuk dihentikan prosesnya.

Terkait tentang harga komoditi ekspor utama indonesia khususnya Tebo cenderung menurun.” komditas utama kita, karet dan sawit saat ini cenderung menurun karena berubahnya permintaan ke produk lain.” ujarnya.

Bupati juga mengingatkan kepada peserta konperensi bahwa dalam kondisi krisis saat ini pentingnya kemandirian ketahanan pangan namun sayang adanya keterbatasan pada kebutuhan lahan dan air akibat dampak dari aktifitas ekonomi yang tinggi sehingga kompetisi mendapatkan hal terdebut tinggi juga.

“ Dalam situasi krisis ini ketahanan pangan sangat penting namun tingginya aktifitas ekonomi, sulit mendapatkan lahan dan air saat ini.” tandasnya.

Sukandar kembali menegaskan dan berharap agar pemanfaatan sumberdaya dan anggaran yang ada di lakukan secara optimal, efektif dan efisien.”belanja pemerintah harus jelas capiannya, dalam upaya pencapaian visi misi Tebo tuntas tegasnya, Menghadapi situasi sekarang ini kita harus optimis menghadapi situasi krisis yang diakibatkan pandrmik sembari mengutip satu ayat dalam alquran.” Tutupnya (hrf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.