Sekda Asraf Turun Langsung Damaikan Warga Dua Desa Yang Bertikai

0
173

KERINCI, INDEPENDENNEWS.COM — Perkelahian antar pemuda Desa Dusun Baru Debai, Kecamatan Tanah Kampung, Kota Sungai Penuh dengan pemuda Pondok Beringin, Kecamatan Tanah Cogok, Kabupaten Kerinci, terjadi pada Rabu (29/4/20).

Informasi yang behasil dihimpun, perkelahian terjadi di batas kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci yang berada tepat di gerbang Desa Baru Debai, Kecamatan Tanah Kampung. Akibat perkelahian tersebut, nyaris terjadinya perang antar kedua Desa tersebut.

Untungnya, pihak Kepolisian/TNI, dan PJ Sekda Kerinci Asraf, cepat turun kelapangan mengamankan lokasi, dan juga langsung melakukan musyawarah dengan masyarakat kedua Desa.

Bertempat di Mapolsek Sitinjau Laut, mediasi dilakukan dengan dipimpin Pj Sekda Kerinci Asraf dan Kapolsek Sitinjau Laut. Dalam mediasi tersebut, dimana Kedua Desa yang nyaris bentrok tersebut sepakat berdamai, dengan menandatangani surat pernyataan perdamaian.

Pj Sekda Kerinci Asraf saat dikonfirmasi membenarkan adanya kesepakatan masyarakat kedua Desa untuk sepakat berdamai dengan menandatangani surat pernyataan perdamaian diatas materai.

Mediasi tersebut, sambung Sekda, dilakukan di Mapolsek Sitinjau Laut, yang dihadiri Camat Tanco dan Tanah Kampung, Kedua Kades dan BPD yang nyaris bentrok, dan juga pihak Kepolisian dan TNI.

“Beruntung kita langsung turun melerai pertikaian antar warga kedua Desa, begitu mendapat info adanya warga yang bentrok, saya langsung turun ke TKP untuk melakukan perdamaian agar tak berbuntut panjang,” ujar Sekda.

Asraf yang baru saja beberapa hari dilantik sebagai Pj Sekda Kerinci mengatakan, ada beberapa poin hasil kesepakatan perdamaian yakni Pertama Kedua belah pihak yakni Desa Pondok Beringin dan Desa Baru Debai mengakui telah terjadi perkelahian pada Rabu (29/04/2020) sekira pukul 18.30 Wib di Desa Baru Debai, Kecamatan Tanah Kampung.

Kedua, atas kejadian itu Kedua belah pihak sepakat berdamai secara kekeluargaan dan bertanggung jawab terhadap masyarakatnya masing-masing untuk menahan diri dan tidak saling serang.

Ketiga, penggantian biaya kerugian yang timbul dari kejadian tersebut. Baik materil maupun luka-luka, akan dibicarakan lebih lanjut. Masing-masing pihak akan mengutus perwakilan dan mempercayakan dan difasilitasi Kades, BPD, dan Depati Ninik Mamak.

“Atas kejadian ini, saya menghimbau kepada masyarakat Kerinci dan Kota Sungai Penuh untuk menjaga diri dan menahan emosi dengan kondisi pandemo Covid 19 dan bulan puasa. Ramadhan seharusnya, waktu untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan,” ucapnya.(APN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here