Pembangunan Infrastruktur di Batam Belum Merata, Ini Buktinya

0
173

Batam, Independennews.com — Pemko Batam terus menggesa pembangunan infrastruktur termasuk peningkatan pelebaran jalan. Hal itu terus menuai pujian dari kalangan masyarakat, Namun alangkah Naifnya jika pembangunan hanya bisa dinikmati sebahagian saja, dan masyarakat lainnya tidak dapat menikmati pembangunan, bahkan mereka menahan sesak nafas dalam kehidupannya setiap hari.

Seperti hal yang dialami warga perumahan Glory Tanjunguncang Sekitarnya, dalam pantauan independennews.com di simpang perumahan Glory Tanjunguncang sekitanya, Kamis (14/2/19). Akses keluar perumahan Glory sekitarnya masih jalan tanah merah. Kondisi jalan tanah ini dikeluhkan warga sekitar, pada saat musim kemarau seperti sekarang ini daun pepohonan, atap rumah, dinding rumah penuh dengan balutan debu tanah. Bahkan warga yang melintas jalan tanah merah ini selalu disuguhkan debu tanah.

Salah satu warga yang dijumpai dilapangan, Ibu Mefi mengatakan, bahwa debu yang berterbangan dari jalan tanah merah itu, dalam satu jam saja teras rumah, dinding dan atap bisa 2 milli tebalnya.
” Kami warga yang tinggal disepanjang jalan simpang perumahan Glory, sudah kenyang dengan debu tanah merah ini, setiap detik, menit dan jam, kami selalu menghirupnya.” Ujar Ibu Mefi sambil menggendong anaknya.

Kondisi polusi udara yang setiap hari dinikmati warga setempat, dan bagaimana dengan kondisi putra putri mereka, Mefi mengatakan, sudah terbiasa dengan kondisi polusi udara debu bertebaran itu. Selain itu warga juga kerap mengalami kecelakaan terjatuh dari motor akibat jalan licin disaat hujan turun. Jalan tanah merah itu akan berubah menjadi lumpur yang sangat licin. Sehingga tak sedikit warga yang terjatuh di jalan tanah merah ini.

” Anak anak sudah terbiasa, namun saya tidak tau apa efek samping bagi kesehatan mereka di kemudian hari, semoga saja tidak berakibat fatal untuk kesehatan anak anak kedepan,” ucapnya

Hal senada disampaikan warga lainnya, mengaku, mereka sangat merindukan hidup tanpa polusi udara debu bertebaran, sebab sudah dua kali pemilihan presiden, walikota dan Gubernur, akses jalan ke lingkingan perumahan kami masih tetap tanah merah, yang menimbulkan polusi udara dan lumpur.

“Jalan akses keluar masuk kepemukiman warga hingga 10 tahun berjalan belum ada niat pemerintah untuk membangun, sementara di sisi lain didaerah seperti Nagoya jalan sudah bagus tetap di Perbaiki, sementara kami belum menikmati apa apa. Yang ada hanya jalan tanah.” ujarnya

Warga simpang perumahan Glory Tanjunguncang sekitarnya berharap kepada pemerintah provinsi kepri agar memberikan perhatiannya untuk membangun jalan akses keluar masuk warga.” Berikan juga kami untuk menikmati pembangunan di Negeri ini,”ucapnya (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.