Belasan Orang Debt Colector Dipolisikan LPKNI

0
357

INDEPENDENNEWS.COM, JAMBI-– Belasan orang Debt Collector dipolisikan ke Mapolresta Jambi oleh Lembaga Perlindungan Konsumen Nusantara Indonesia (LPKNI). Para debt colektor itu dilaporkan karena telah menarik paksa korban hingga terjatuh dari motornya dan mengalami luka luka. Kejadian tersebut terjadi pada Selasa siang sekitar Pukul 12.00 wib (30/4).

Kurniadi menjelaskan, awal kejadian seorang mahasiswi di salah satu perguruan tinggi negeri di Jambi , Voni (20) Warga Sipin Kota Jambi mengendarai sepeda motor Honda Beat dihadang oleh sejumlah debt collector yang tidak dia kenal di persimpangan empat lampu merah di kawasan Simpang Kawat Jelutung Kota Jambi.

“Debt collector tersebut menyebutkan bahwa motor kendaraan yang digunakan korban sudah lama menunggak pembayaran. Kemudian mereka menarik paksa kendaraan hingga menyebabkan Voni tersungkur dan mengalami luka pada mata kaki sebelah kanan dan kedua lutut serta memar pada paha kaki sebelah kiri,” terang Ketua Umum LPKNI Kurniadi Hidayat, Rabu (1/5).

Beruntung, lanjut Kurniadi, kejadian tersebut diketahui oleh warga sekitar dan petugas kepolisian yang sempat melepaskan tembakan ke udara sebanyak dua kali untuk melerai kejadian yang sontak mengundang perhatian masyarakat dan mengejar para debt collector. Atas kejadian itu, kata Kurniadi, korban langsung melaporkannya ke Mapolresta Jambi atas dugaan perkara tindak pidana penganiayaan pasal 351 KUHP dengan nomor laporan STPL/B-310/IV/2019/SPKT III/Polresta Jambi.

Kurniadi menambahkan, penarikan kendaraan meski memiliki keputusan kekuatan hukum dari Pengadilan Negeri setempat berdasarkan ketentuan perundang-undangan. “Eksekusi harus berdasarkan putusan pengadilan yang dilaksanakan oleh juru sita yang dipimpin oleh ketua Pengadilan sebagaimana dijelaskan dalam peraturan,” kata Kurniadi.

Sementara itu, Korban, Voni (20) Warga Sipin Kota Jambi memastikan bahwa para pelaku merupakan debt collector diduga diperintahkan oleh FIF Finance Cabang Jambi.

Dia menceritakan, kejadian itu terjadi pada saat ia pulang dari membeli obat dari toko obat bersama neneknya berusia (80). Dipertengah jalan dia dihadang oleh para pelaku dengan memaksak menarik kendaraannya. (Budi)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.