Pelaku Penganiaya Perawat RS Siloam Sriwijaya Minta Maaf,  Polisi Jerat Pelaku Pasal Berlapis

0
156

Independennews.com, Palembang – Pelaku pemukulan Jason Tjakrawinata (38) ditetapkan sebagai tersangka kasus  penganiayaan perawat RS Siloam Sriwijaya, Palembang. Jason ditahan pihak kepolisian dijerat pasal berlapis terkait penganiayaan dan perusakan barang.

Kapolrestabes Palembang Kombes Irvan Prawira mengatakan, Jason dijerat Pasal 351 KUHPidana dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan penjara karena menganiaya perawat RS Siloam dan dijerat pasal perusakan.

“Jason juga dijerat pasal penganiayaan dan perusakan terhadap ponsel milik seorang perawat inisial AR yang pada saat kejadian merekam aksi keributan tersebut,” ujar  Irvan dikutip dari radamuhu.com

Dia juga menegaskan bahwa pelaku JT bukan anggota kepolisian seperti isu yang beredar di media sosial.

“Saya tegaskan pelaku bukan anggota polisi. Yang polisi itu yang melerai Jason bertugas di Polda Sumsel. Jason justru kemudian bertanya mana bukti pria tersebut polisi.

“Orang itu memang polisi dan bertugas di Dit Lantas Polda Sumsel” katanya.

Netizen begitu cepat mengambil kesimpulan dalam video tersebut, sebelum memastikan kebenaran video tersebut,” tutupnya.

Saat kejadian penganiayaan, Jason adalah pria berbaju merah. Sedangkan pria berbaju abu-abu mencoba melerai pelaku merupakan polisi.

“Yang merupakan anggota kepolisian adalah bapak yang menggunakan pakaian abu-abu. Sebagai polisi ia mencoba menengahi permasalahan yang ada saat kejadian itu. Posisi anggota polisi itu sedang menjaga istrinya usai lahiran dan berdekatan dengan kamar tempat terjadi keributan,” ungkap Irvan.

Jason Tjakrawinata sebelumnya membeberkan soal aksinya menganiaya perawat RS Siloam Sriwijaya, Palembang, Christina Ramauli Simatupang (28). Jason mengakui perbuatannya dan akhirnya meminta maaf.

Mendengar anak saya menangis pada saat hendak pulang dari RS Siloam, saya emosi hingga nekat mendatangi perawat tersebut di RS tersebut,” kata Jason di Mapolrestabes Palembang, Sabtu (17/4).

Pria yang diketahui merupakan pengusaha suku cadang mobil dan motor di Kayuagung, Ogan Komering ilir (OKI), itu mengaku bahwa yang membuatnya tambah emosi karena ia harus bolak-balik menjenguk anaknya di RS Siloam, Palembang.

“Anak saya sudah empat hari di rawat di sana dan saya harus bolak-balik untuk menjenguknya. Mendengar infus anak saya dilepas hingga anak saya menangis saya tidak terima,” tuturnya.(rm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here