Independennews.com | Padang – Pameran September Grafis yang digelar Himpunan Mahasiswa Departemen (HMD) Seni Rupa Angkatan 2023 Universitas Negeri Padang (UNP) sukses mencuri perhatian publik dan kalangan akademisi. Berlangsung pada 29–30 September 2025 di Galeri Ibenzani Usman FBS UNP, pameran bertema “Ketidakadilan” ini tampil provokatif, kritis, dan sarat pesan sosial-politik melalui karya grafis yang kuat secara estetika maupun makna.
Acara pembukaan turut dihadiri jajaran pimpinan dan dosen FBS, di antaranya Wakil Dekan I FBS Dr. Havid Ardi, Kepala Departemen Seni Rupa Eliya Pebriyeni, Dosen Pengampu Yofita Sandra, serta Pembina HMD Seni Rupa Ferdian Ondira Asa. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan langsung terhadap kreativitas mahasiswa yang terus berkembang pesat dalam bidang seni rupa.
Ketua Pelaksana, Safadri Putra, menjelaskan bahwa tema “ketidakadilan” dipilih karena memiliki keterkaitan erat dengan dinamika sosial dan politik yang berlangsung saat ini.
“Kami menampilkan karya grafis cetak tinggi atau relief print. Banyak penyimpangan sosial dan politik hari ini, sehingga karya yang ditampilkan banyak menggunakan unsur sarkasme politik,” ujarnya, menegaskan keberanian mahasiswa dalam menyampaikan kritik melalui bahasa visual.
Pameran ini menghadirkan karya-karya yang tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga menggugah batin. Pengunjung diajak menyelami kritik sosial melalui ukiran-ukiran tajam, pola cetak yang kuat, serta komposisi warna kontras yang menjadi ciri khas seni grafis. Pertautan antara seni, keberanian bersuara, dan kecerdasan membaca realitas tampil begitu menonjol.
Wakil Dekan I FBS UNP, Dr. Havid Ardi, memberikan apresiasi tinggi kepada mahasiswa yang berhasil menampilkan karya berkualitas.
“Karya yang dipamerkan beragam dan jauh dari sederhana. Pola cetak dari ukiran yang dicat menghasilkan produk seni yang unik dan jarang kita lihat. Ini menunjukkan kematangan teknik sekaligus keberanian berekspresi,” ungkapnya.
Beliau juga berharap karya-karya tersebut tidak berhenti hanya sebagai kegiatan internal kampus, melainkan dapat menjangkau ruang pameran yang lebih luas.
“Semoga pameran Departemen Seni Rupa ke depan semakin menarik sehingga karya mahasiswa bisa dinikmati masyarakat luas dan bahkan dipamerkan di berbagai tempat lain,” harapnya.
Pameran September Grafis 2025 bukan sekadar tugas akademik, tetapi selebrasi intelektual dan artistik yang menghadirkan kritik sosial tajam melalui medium grafis. Kegiatan ini sekaligus membuktikan bahwa mahasiswa Seni Rupa UNP memiliki daya cipta, keberanian, dan kecerdasan visual yang layak mendapat tempat lebih besar dalam dunia seni rupa kontemporer Indonesia.
(Dioni)