Nota Pembelaan Wardiaman Jebua Membuat suasana Haru dalam persidangan

0
560
Poto : Terdawa Wardiaman Jebua tertunduk saat membaca nota pembelaan

Batam -Wardiaman Zebua meneteskan air mata ketika membaca nota pembelaannya dalam persidangan di PN Batam, Kamis (28/7/16). Dia merasa pahitnya hidup yang menimpa dia dan keluarganya. Akibat kasus yang melilitnya, ia harus berpisah dengan sanak keluarganya termasuk istri dan anaknya.

“Mingingat kelaurga dan anaknya, ia manangis dihadapan Majelis Hakim dan Jaksa Penuntut Umum, Wardiaman Jebua menagis saat membaca nota pembelaanya, istri dan keluarganya sangat terpukul dengan kasus yang melilitnya hingga membawanya ke kursi pesakitan saat ini.

“Situasi demikian membuat istri saya stres, sayapun tak dapat berbuat apa apa selain pasrah dengan situasi ini, saya mohon kepada majelis hakim yang mulia agar saya dapat diadili dengan seadil-adilnya,”ungkap Wardiaman dihadapan persidangan

Dia juga mengungkapkan situasi dimana dia dipaksa untuk mengakuyi melakukan pembunuhan terhadap Korban siswa SMAN 1, Sekupang, Batam, Dian Milenia

“Saya dipaksa untuk mengakui pembunuhan terhadap korban, saya disiksa dan dihipnotis oleh pihak kepolisian” tutur Warsiaman jebua.

Sekejab susana haru diruangan persidangan terpancar dari setiap hadirin yang menyaksikan jalannya peprsidangan. Tak terasa mendengan nota pemeblaan wardiaman penasehat hukum (PH) Wardiaman, Utusan Sarumaha ikut menangis karena merasakan pahit yang dialami Wardiaman Zebua.

Untuk mendukung pernyataan wardiaman, Penasehat hukumnya mengatakan, bahwa banyak bukti tidak sesuai dengan kenyataan sebenarnya dan ada beberapa bukti yang tidak dihadirkan.

Isfandi Hutasoit sala satu dari tim penasehat hukum Wardiaman menambahkan kesaksian dari Dona Milena Purba bahwa yang memberhentikan kendaraan mereka ketika di sekitar jalan Perumahan Delta Villa dipastikan orang yang berdialek Indonesia timur.

“Lalu mengapa pakaian olahraga tidak ada bercak-bercak tanah padahal seharusnya ada karena sekitar mayat ditemukan merupakan daerah hutan yang memiliki tanah merah,” Terang Isfandir Hutasoit, menyampaikan fakta dalam persidangan Wardiaman, Kamis (28/7/2016).

Selanjutnya, fakta lainnya, DNA sel sperma yang disebut identik dengan Wardiaman tidak dibeberkan dalam persidangan. Sementara jeda waktu Wardiaman dari kediaman menuju ke tempat kerjanya hanya ada jeda sekitar 30 menit yang menurut penasehat hukum adalah waktu yang sangat singkat untuk memperkosa dan kemudian membunuh Dian Milenia.

“Waktu 30 menit itu sangat singkat untuk memperkosa dan membunuh ditambah lagi Dian Milena peraih sabuk coklat beladiri sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk melumpuhkannya,” Imbuhnya Isfandir(binsar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.