Independennews.com | Medan – Musibah banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Medan pada hari pencoblosan Pilkada Serentak 2024 membawa duka mendalam bagi warga Medan Denai.
Musibah banjir yang melanda telah menelan korban jiwa, dimana dua warga Perumnas Mandala Medan dilaporkan hanyut terseret arus Sungai Denai.
Kedua korban diketahui bernama Taufiq, seorang pedagang mie balap yang tinggal di Perumnas Mandala, dan Eko Handoko Wijoyo (30), warga Jalan Pipit 8 Perumnas Mandala, Deliserdang.
Berdasarkan keterangan Rahmadona, sepupu Eko, insiden bermula ketika kedua korban sedang menyaksikan anak-anak mandi di sungai yang meluap.
“Hari Rabu itu Eko dan temannya Taufiq pergi ke Sungai Denai untuk melihat banjir. Saat itu, Taufiq terpeleset dan jatuh ke sungai. Eko yang berniat menolongnya melompat ke sungai, tetapi karena arus terlalu deras, keduanya hanyut terbawa arus,” ujar Rahmadona kepada awak media, Jumat (29/11/2024).
Tim SAR yang dikerahkan berhasil menemukan jasad Taufiq, namun hingga kini jasad Eko belum ditemukan. Rahmadona, keluarga, dan istri Eko telah melaporkan kejadian ini kepada Ketua Lingkungan (Kepling) setempat dan tim Basarnas yang berada di lokasi.Pencarian terus dilakukan hingga saat ini.
“Kami sudah melapor kepada Kepling dan tim Basarnas. Mayat Taufiq sudah ditemukan, tetapi jasad Eko belum ditemukan sampai sekarang,” tambah Rahmadona.
Keluarga besar Eko, termasuk istrinya, terus berharap agar tim Basarnas tidak menghentikan pencarian hingga jasad Eko ditemukan.
Mereka juga meminta bantuan masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran Sungai Denai untuk segera melapor jika menemukan jasad dengan ciri-ciri terakhir mengenakan baju putih berlengan pendek bercorak biru hijau dan celana ponggol coklat kotak-kotak.
“Bagi siapa saja yang menemukan jasad Eko, mohon segera menghubungi kami di nomor kontak 0821-6453-5087 atau 0852-7557-4424 atas nama Nuri, istri Eko”, tuturnya.
Ia menambahkan jika memungkinkan, bisa juga langsung membawanya kepada keluarga pinta Rahmadona penuh harap.
Banjir yang terjadi menjadi sorotan karena terjadi di tengah pelaksanaan Pilkada Serentak 2024.
Peristiwa tersebut menambah daftar panjang wilayah rawan banjir di Kota Medan yang memerlukan perhatian serius dari pemerintah.
Kejadian tersebut diharapkan menjadi momentum bagi pihak terkait untuk mengambil langkah nyata dalam mengatasi masalah banjir yang kerap melanda Kota Medan, terutama di musim hujan. (Wilson Hutauruk)