Miris, Pantai dan Laut Terbit Sertifikat Hak Milik, PN Karimun Eksekusi Abaikan Hajat Hidup Nelayan

0
159

Karimun, Independennews.com — Kasus jual beli lahan Pantai dan Laut Karimun yang perbah viral kembali menguap. Menyusul terbitnya Sertipikat Hak Milik diatas lahan seluas 11.453 M2 atas nama Randy salah satu pengusaha di Karimun. Hal itu membuat para nelayan yang mendiami lahan pantai sejak zaman dulu harus merasakan kekejaman para penguasa.

Kini pantai tempat nelayan menangkap ikan itu dinyatakan dicabut, yang membuat rasa tidak nyaman di daerah sendiri, karena Pengadilan Negeri Karimun melakukan Eksekusi pada Kamis (20/12/2018) terhadap pantai yang digunakan Nelayan untuk menyandarkan Kapal serta bertempat tinggal.

Rio salah satu Nelayan yang terancam tergusur membenarkan bahwa dirinya telah mendapatkan Surat eksekusi dari Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun pada Kamis 29 November 2018 lalu.

Dikatakan Rio, apabila Pemerintah yang tidak memperbolehkan mereka untuk tinggal disana, maka para nelayan iklas. Pantai ini tempat kami tinggal dan mencari Ikan di Pantai ini, saya siap angkat kaki, tapi saya tidak ikhlas di atas pantai tempat saya mencari nafkah ternyata timbul Sertifikat Hak Milik Perorangan, apalagi lahan itu gunakan untuk membangun Perumahan.

Lanjut Rio, Dia juga mengaku tidak pernah mengetahui adannya persidangan.

“Saya tidak tau kalau ada Persidangan dan saya cuma sekali menandatangani Surat Panggilan, selebihnya saya tidak pernah lagi dipanggil, tapi anehnya Surat – surat panggilan Sidang kok ada tanda tangan saya, saya sudah laporkan Pemalsuan Tanda tangan yang di lakukan oleh oknum Pengadilan, tapi tidak di respon malah Panitera Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun memarahi saya.” tutur Rio

Sementara itu, Yayuk Mujirahayu, SH Kuasa Hukum Rio mengatakan,
Para Nelayan mengeluhkan dan menyesali sikap Badan Pertanahan Karimun dan Ketua Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun yang secara tidak langsung melegalkan Praktik Jual Beli Pantai di bumi melayu.

Senada dengan itu, Ujang salah satu Nelayan yang juga mencari Ikan di wilayah Pesisir Pantai yang akan di eksekusi mengatakan bahwa pantai yang akan di eksekusi PN adalah Pantai para nelayan.

“ini pantai milik kami Para Nelayan, ini bukan masalah Rio saja, kalau rio pun mereka Eksekusi, sampai mati pun pantai ini akan tetap kami pertahankan, BPN dan Pengadilan kok pro Pengusaha, dimana kami mau menangkap ikan lagi, kalau semua pesisir pantai di dirikan bangunan” Ujarnya berapi api

Ditempat lahan Pantai yang akan dieksekusi, Wak Leman Kakek tua saat dijumpai awak media ini mengatakan, bahwa lahan pantai yang akan dieksekusi oleh PN merupakan tempat para nelayan menggantungkan Hidup.

“Banyak warga yang menggantungkan hidup dari hasil menangkap ikan di pantai yang mereka tempati saat ini, dan apabila Pantai ini sudah dikuasi oleh orang lain dan membangun Perumahan dilokasi ini, maka akan banyak warga yang sengsara. Karena selama ini kami bisa menyambung hidup dari hasil menangkap ikan.” ujar Wak Leman Kakek tua ini

Serta Edwar Kelvin Rambe SH Kuasa Hukum Para Nelayan yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUB) Baran Sejahtera Karimun menerangkan saat ini ia dan Rekannya Linda SH sedang mengumpulkan bukti – bukti dan data – data untuk mengajukan upaya – upaya hukum lebih lanjut, ia juga manambahkan bahwa Ketua Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun memiliki wewenang untuk mengeluarkan Penetapan Non Executable artinya Putusan tidak bisa di eksekusi

Lanjutnya ucapnya“Ketua Pengadilan kan memiliki wewenang untuk mengeluarkan Penetapan Non Executable, kan sudah menjadi fakta ini adalah Pantai untuk kepentingan Nelayan banyak Pihak yang di rugikan ini bukan Perkara tanah biasa, lagi Pula pada tahun 2017 yang lalu Pengadilan kan tidak jadi melakukan Sita Eksekusi, terbukti pada saat itu Pengadilan tidak ada melakukan pengukuran dan pencocokan malah pulang karena melihat hampaan laut kok ujuk2 sekarang melakukan eksekusi, dasarnya apa, jangan sampai Putusan malah merugikan Negara dan hajat hidup orang banyak, saya gak usah bicara Pasal – pasal lah, jawab aja sendiri apakah SHM bisa timbul di Pantai ? kalau Pengadilan Juga besikukuh membenarkan perbuatan mereka berarti Negara Sudah Melegalkan terjadinya Jual Beli Pantai,” ucap edwar dengan nada emosi;

Linda menambahkan,  setelah kami pelajari Putusan tersebut, kami melihat Majelis Hakim yang memeriksa Perkara tersebut hanya memeriksa 2 alat bukti .( razali)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.