Masyarakat Adat Sunda Tolak Keras Agenda Musyawarah FPI di Bandung

0
697

INDEPENDENNEWS.COM, JABAR — Dilansir media online www.gesuri.id, Masyarakat adat Sunda se Jawa Barat (Jabar) mendeklarasikan perang terhadap radikalisme, intoleransi dan terorisme di Kampung Rancage, Cileunyi, Bandung, Jawa Barat, Minggu (13/10) kemaren.

Menyikapi tumbuh suburnya Faham Radikal di Tanah Air, Masyarakat adat se-Jabar dengan tegas menolak upaya dedengkot Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab untuk menggelar Musyawarah Ulama dan Tokoh Umat se-Indonesia di Bandung, Jawa Barat pada 15 – 17 Oktober 2019.

Sekitar 100 tokoh dari masyarakat adat Sunda se-Jabar hadir dalam deklarasi itu. Mereka berasal dari Bandung , Sumedang, Sukabumi, Tasikmalaya, Karawang, Garut, Kuningan , Majalengka, Cirebon , Cianjur, Bogor, Ciamis dan sebagainya.

Mereka juga menyatakan siap menjadi garda terdepan untuk membela NKRI dan siap menghadapi siapapun yang akan memecah belah bangsa.

Hadir dalam acara tersebut antara lain Abah Anton Charliyan sebagai tokoh Jawa Barat, Abah Yusuf dari Bandung, Abah Alam, Abah Guriang dari Sumedang, Abah Endin, Wa Deden Pagar Nusa, Ki Pamanah Rasa dari Sukabumi, Abah Asep, Keluarga Dalang Asep Sunandar, Jaga Lembur, Ki Boedi Al Masoem, Damas Jabar dan berbagai komunitas adat lainnya.

“Untuk itulah para sesepuh inohong masyarkat adat dan budaya Sunda se Jawa Barat berkumpul dan dengan tegas siap jadi garda terdepan untuk melawan radikalisme menyelamatkan Tatar Sunda Jabar, menyelamatkan NKRI.” tegas Abah Anton Charliyan.

Abah Anton Charliyan yang mantan Kapolda Jawa Barat ini menegaskan semua pihak tidak perlu meragukan lagi nasionalisme dari para pinisepuh. Dia menegaskan kelompok yang mencintai budaya pasti akan lebih tinggi rasa cintanya terhadap Tanah Air.

“Saat ini mereka menyadari banyak komunitas yang mengatas-namakan agama, sekali lagi mengatas-namakan agama, bukan benar benar beragama. Mereka juga berkedok ulama, berkedok Habib , yang sesungguhnya, bukan ulama dan bukan juga habib tapi kenyataanya mengadudomba, memecah belah umat dan menyebar fitnah serta menjadikan suasana politik panas dan gadu,” tegas Abah Anton.

Abah Anton pun mengapresiasi berkumpulkan para inohong masyarakat adat dan budaya Sunda se Jawa Barat untuk mendeklarasikan perang terhadap radikalisme intoleransi , terorisme serta menolak agenda Rizieq Shihab untuk mengadakan musyawarah ulama di Bandung.

“Bahkan seluruh masyarakat Jawa Barat dan Indonesia harus memerangi tindakan radikalisme, intoleransi , dan terorisme,”pungkasnya.

sumber : gesuri.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here