Komisi III DPR RI Sambangi Polda Kepri, Bahas Soal 56 Kontener Limbah Plastik

0
45

INDEPENDENNEWS.COM, BATAM — Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Drs. S. Erlangga mengatakan bahwa Komisi III DPR RI bertandang ke Polda Kepri untuk Kegiatan Kunjungan Kerja Spesifik Komisi III DPR RI, pada Selasa (23/7/19)

Para dewan ini diterima di Graha Lancang Kuning Polda Kepri yang dihadiri oleh Ketua Komisi III DPR RI, H. Demond Junaidi Mahesa SH, MH, Anggota Komisi III DPR RI, Kapolda Kepri, Irjen Pol Andap Budhi Revianto S.IK, Kajati Provinsi Kepri, Kepala KPU BC TIPE B Batam, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kepulauan Riau, Wakapolda Kepri, Irwasda Polda Kepri dan sejumlah Pejabat Utama Polda Kepri.

Untuk penyambutan Komisi III DPR RI diawali dengan Jajar hormat oleh Polwan Polda Kepri, kemudian pemasangan tanjak melayu oleh Kapolda Kepri kepada Ketua Komisi III dan anggota serta disambut dengan tarian persembahan Melayu yang merupakan persembahan atau penghormatan terhadap tamu

Pada kesempatan tersebut juga ditampilkan almatsus Polda Kepri, peragaan beladiri Personel Polda Kepri dengan menampilkan Tarian Rentak Melayu Seligi Sakti

Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan Rapat kerja di Graha Lancang Kuning Polda Kepri, untuk membahas tentang ditemukanya 65 Kontainer yang diduga mengandung Bahan berbahaya dan beracun (B3).

Dalam kesempatan itu, Ketua Komisi III DPR RI H.Desmond Junaidi Mahesa, SH., M.H mengatakan, bahwa penyambutan yang dilaksanakan oleh Polda Kepri sangat luar biasa dengan mempersembahkan tarian persembahan Melayu.

Hal ini menunjukan bahwa Polda Kepri dan jajaran sangat peka dengan kultur Daerah, menghormati budaya lokal merupakan bagian dari pertahanan Nasional yang pokok. Dan penilaian dari kami bahwa pimpinan Polda Kepri hanya dengan satu kata “Luar Biasa”.

Kunjungan kerja spesifik ini adalah untuk meminta kejelasan tentang keberadaan 65 Kontainer yang dikatakan sampah, menurut berita yang beredar, namun menurut pemilik barang itu adalah bahan baku plastik dan dalam proses peraturan ada beberapa Kontainer ditemukan tidak termasuk dalam konteks bahan baku karena mengandung Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).

Tentunya ini harus dikembalikan ketempat asal menurut peraturan Kementerian Perdagangan, tapi menurut hukum melanggar Undang-Undang tentang Lingkungan Hidup dan harus dilakukan penindakan. Pada pertemuan hari ini dilakukan pengkajian tentang hal tersebut.

Sementara itu, Kapolda Kepri mengatakan, Kontainer yang diduga terdapat Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) melaksanakan penyidikan sesuai dengan lingkup kewenangan Undang-Undang yang diberikan kemudian mengkordinasikan nya dengan kepolisian.

Dari hasil Asistensi dipelabuhan bahwa proses penanganannya masih dalam kategori Pelanggaran. “Untuk penyidikan dilakukan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Bea dan Cukai namun tetap berkoordinasi dan dibawah pengawasan dari Kepolisian.” Katanya (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.