Hidup Dibawah Garis Kemiskinan, Keluarga Ini Hanya Menggantungkan Hidup Dari Hasil Mencari Kangkung Liar

0
423

BATAM, INDEPENDENNEWS.COM –Sungguh ironis, ditengah kemewahan Kota Batam masih ada sebagian orang yang hidup dibawah garis kemiskinan, dan harus berjuang keras untuk dapat mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.

Sebagaimana yang dialami oleh keluarga seorang ibu janda paruh baya dengan tiga orang anaknya, yang diketahui berasal dari  plores, pulau Lembata Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Ibu yang diketahui bernama Anastasia janda paruh baya berusia lima puluh tahun dengan tiga orang anaknya ini, harus bertahan hidup di Kota Batam hanya dengan mengandalkan mencari sayuran berupa kangkung liar yang terdapat atau tumbuh liar ditepi-tepi sungai.

Sehari-hari, dirinya harus bekerja sebagai pencari sayur kangkung liar yang kemudian dijual untuk membutuhi kehidupan keluarganya.

Dari hasil penjualan sayur kangkung liar ini lah sebagai penopang kebutuhan keluarga Ibu Anastasia sehari-hari, dengan ketiga orang anaknya yang harus membiasakan diri hidup serba kekurangan.

“Kami menetap di Batam sejak 2001 hingga sekarang, selama di Batam hanya mengandalkan penghasilan mencari sayur kangkung  yang tumbuh ditepi aliran sungai,” ujar janda tiga anak ini kepada tim Independennews.com, yang menyambangi gubuknya di pinggiran Kavling Sumber Seraya, Kelurahan Sei Langkai, Kecamatan Sagulung,  pada Kamis (01/09/2020).

Lanjutnya menjelaskan, “Kalau penghasilan dari hasil menjual sayur kangkung, kadang-kadang bisa dapat 5.000 ribu, kadang kalau lagi banyak bisa dapat 20.000 ribu rupiah perharinya, “jelasnya.

Sedangkan untuk bantuan dari Pemerintah ibu anastasia mengaku tidak pernah mendapatkan bantuan sejak mereka berada di Kota Batam dari tahun 2001 silam.

“Bantuan dari Pemerintah berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT) maupun bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) kami nggak pernah dapat. Pernah saya tanyakan di Kelurahan, dan waktu itu oleh pihak Kelurahan mengatakan bahwa nama saya tidak ada terdaftar sebagai penerima bantuan,” jelasnya lagi.

Selain itu ibu anastasia mengaku kondisi kehidupan keluarganya semakin diperparah semenjak suaminya menderita stroke tiga tahun silam hingga meninggal dunia pada bulan Agustus 2020 lalu.

“Selama tiga tahun bapak (suami Anastasia-red) dirawat dirumah seadanya karena tak punya biaya, dan pada bulan Agustus 2020 lalu bapak meninggalkan kami,” ujar Anastasia mengisahkan kondisi kesehatan suaminya semasa hidup kepada awak media ini

Merebaknya Virus Corona saat ini, juga semakin mempersulit  kondisi ekonomi keluarga Anastasia,  kedua anaknya yang masih duduk dibangku sekolah dasar (SD) dan SMP, tak bisa mengikuti pelajaran online dengan baik.

“Anak saya harus menumpang WiFi untuk dapat mengikuti pelajaran dari sekolah. Karena saya tidak mampu untuk membeli paket internet. Dan kedua anak saya harus bergantian mengikuti belajar online setiap harinya.”Ujar Anastasia.

Kondisi kesulitan ekonomi Keluarga ibu Anastasia ini, dibenarkan oleh Sermy Saragih salah seorang tetangga dari Ibu Anastasia, yang mengaku merasa sangat perihatin dengan kondisi serba kekurangan yang dialami oleh keluarga ibu Anastasia.

“Saya mengenal keluarga ibu Anastasia ini sejak tahun 2016. Sejak saya mengenal ibu Anastasia ini pekerjaannya sehari-hari mencari sayur kangkung. Dan Ibu Anastasia orangnya baik dan ramah terhadap tetangga sekitarnya. Namun keadaan ekonomi keluarga ini sangat memperihatinkan sekali,” ucap Sermy Saragih.

Sermy Saragih menambahkan, “Selain ekonomi keluarga ini sangat lemah, kondisi rumah ibu Anastasia ini juga sudah sangat memperihatinkan. Selain atap sudah pada bocor, kondisi bangunan rumah ini juga sangat mengkhawatirkan. Karena rumah ini dibangun tanpa menggunakan besi bangunan.

Pernah suatu malam keluarga ini harus mengungsi kerumah tetangga. Dimana waktu itu hujan turun disertai angin kencang. Karena atap sudah pada bocor, dan memang rumah ini posisinya agak dibawah dan rentan banjir, akhirnya malam itu mereka menginap dirumah tetangga,” tambahnya.

Selain itu Sermy Saragih berharap, agar Pemerintah Kota Batam dapat membantu keluarga dari Ibu Anastasia ini.

“Harapan saya Pemerintah Kota Batam dapat membantu keluarga ini. Yah, kalau bisa biar rumah ibu ini bisa dimasukkan dalam program bedah rumah,” harpanya.

Liputan : Lukman Simanjuntak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here