IndependenNews.com – Humbahas | Ketua BKD Komisi E DPRD Provinsi Sumatera Utara Pantur Banjarnahor kembali menggelar Reses II Tahun Sidang I Tahun 2024-2025 di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas).
Agenda kali ini, Jumat (7/3/2025), Pantur memilih reses di SMA Negeri 3 Lintong Nihuta, yang berada di Desa Naga Saribu II, Kecamatan Lintong Nihuta.
Pantur Banjarnahor didampingi Kadis Kependudukan dan Catatan Sipil Humbahas Jara Trisepto Lumban Toruan, dan rombongan, disambut hangat oleh ratusan siswa-siswi SMA Negeri 3 Lintong Nihuta.
Dalam rombongan pihak sekolah dan tuan rumah, tampak terlihat Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Lintong Nihuta Rumondang Sihombing, Ketua Komite SMA Negeri 3 Lintong Nihuta Lambas Nababan, Camat Lintong Nihuta Sabam R Sihombing, Kepala Desa Naga Saribu II Lintong Nababan, dan sejumlah orang tua siswa.
Acara reses yang berlangsung nyaris seharian ini diisi dengan sejumlah atraksi kesenian dari para siswa. Pertunjukan tarian dari berbagai suku Indonesia sangat apik ditampilkan para siswa sekolah itu. Selain itu, ada juga berbagai penampilan vocal solo maupun paduan suara memeriahkan acara itu.
SMA Negeri 3 Lintong Nihuta ini rupanya lumayan serius berkreasi di bidang seni, terutama pada kesenian yang mengadopsi budaya tradisional Batak. Untuk tujuan itu, pihak sekolah bahkan menunjuk Seniman Batak Terkenal yakni Martahan Sitohang dan Naomi Lumban Gaol, sebagai polentir dalam mendidik para siswa.
Di reses ini, Pantur Banjarnahor bersama ratusan siswa-siswi juga menyempatkan diri menyumbangkan lagu dan tarian bersama. Tanpa sungkan-sungkan , seluruh siswa tampak berbaur bersama rombongan Pantur Banjarnahor dan menari diiringi hentakan musik tradisional. Seluruh peserta dan undangan tampak terlihat sangat menikmati suasana kebersamaan di kegiatan reses itu.
Pantur Banjarnahor dalam arahannya mengatakan, bahwa pendidikan seni adalah salah satu bagian dari Kurikulum Merdeka dan merupakan mata pelajaran wajib di sekolah, dari tingkat SD sampai dengan SMA/SMK. Dimasukkannya mata pelajaran ini bertujuan agar anak tidak hanya menggunakan belahan otak kiri semata, tetapi juga otak kanan.
Dengan keseimbangan dalam proses belajar inilah, terang Pantur, diharapkan dapat dihasilkan generasi yang mempunyai wawasan IPTEK luas, keimanan yang memadai, dan budi pekerti yang tinggi. Dengan demikian, pendidikan seni di sekolah merupakan wahana bagi anak didik untuk mengembangkan bakat dan kreativitas melalui bunyi (musik), gerak (tari), dan warna (rupa).
“Pentingnya pendidikan seni di sekolah adalah merupakan sebagai wahana untuk mengembangkan bakat dan kreativitas anak didik, menghasilkan produk budaya berbagai macam suku bangsa, dan mengembangkan tiga ranah berpikir, yaitu kognitif, afektif, dan psikomotorik”, jelas Pantur.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Lintong Nihuta Rumondang Sihombing, mengaku sangat bangga sekali dengan digelarnya kegiatan reses di sekolah yang dia pimpin. Menurut dia, hal itu tentunya akan berdampak dan berpengaruh positif terhadap masa depan sekolah itu.
“Ibarat jika seekor gajah melintas dari satu jalan, bekas kakinya akan terlihat. Begitu juga dengan kedatangan Ketua BKD Komisi E DPRD Provinsi Sumatera Utara Bapak Pantur Banjarnahor di sekolah ini, pasti akan meninggalkan bekas positif pula”, ujarnya.
Dalam momen penyampaian aspirasi, Rumondang mengeluhkan bahwa untuk mendukung pendidikan seni di SMA Negeri 3 Lintong Nihuta ini, mereka masih minim peralatan musik untuk dipergunakan siswa. Sehingga ia meminta Pantur memperhatikan kondisi tersebut.
“Ada pun alat musik tradisional yang kami pakai itu, itu semua kami pinjam. Sehingga besar harapan kami, bapak Pantur bisa menggiring aspirasi kami supaya ada bantuan yang bisa kami terima”, pinta Rumondang.
Sebagai pihak dari orang tua siswa, sekaligus Ketua Komite di sekolah itu, Lambas Nababan juga turut menyampaikan aspirasinya kepada Pantur.
Lambas mengaku, bahwa proses perjalanan pembangunan SMA Negeri 3 Lintong Nihuta tersebut merupakan bagian dari perjuangan Pantur Banjarnahor. Sehingga ia dengan yakin, segala kebutuhan dan kepentingan sekolah tersebut ke depan, pasti juga akan diperhatikan Pantur.
“Jadi kami yakin, apa pun kebutuhan sekolah ini, bapak Pantur akan ada bersama kami, terutama saat ini kami butuh bangunan ruang kelas baru. Karena sudah banyak siswa yang mendaftar ke sini setiap tahunnya terpaksa sebagian ditolak terkendala pada kurangnya ruang kelas”, sebut Lambas.
Pantur Banjarnahor sendiri, berjanji akan menampung aspirasi dari pihak sekolah dan para orang tua siswa. Ia memastikan akan mencatat dan membawanya ke meja legislatif Provinsi Sumatera Utara. (Rachmat Tinton)