Kapal Sapu Jagat Merajalela, Aparat Terkait Terkesan Tutup Mata ‘Nelayan Tradisional Meradang

Foto : Kapal Nelayan

IndependenNews.com, Tanjungbalai | Nelayan Tradiasional, kususnya nelayan Kabupaten Tanjung Balai Asahan mengeluhkan sulitnya tangkapan ikan. Hal ini disebabkan maraknya beroperasi Kapal pukat trawl atau pukat bekantong di Perairan Selat Malaka.

Kondisi tersebut, mengakibatkan para nelayan kesulitan mata pencaharian. Bahkan kapal yang dijuluki “sapu Jagat” ini sepertinya diduga mendapat dukungan dari Aparat penegak hukum, pasal nya kapal sapu bersih ini bisa beroperasi dilaut secara terang-terangan.

Selain itu, Kapal Sapu jagat ini juga sudah lama berlangsung atau beroperasi, seolah aktifitas pukat trawl tersebut dilegalkan, tanpa ada tindakan dari aparat penegakan hukum.

Maulana Juang Harahap SH selaku Ketua Dewan Pimpinan Cabang Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia (DPC LAMI) Kota Tanjungbalai, Jumat (11/2/22) kepada Media mengungkapkan kekesalannya akan kondisi yang tengah dihadapi para nelayan tradasional yang menggantungkan hidupnya dari hasil mencari ikan.

” Saya meminta kepada aparat penegak hukum supaya menindak tegas pengguna pukat trawl (pukat tarik harimau) yang ingin memperkaya diri sendiri tanpa memikirkan nasib nelayan lainnya.” harapnya

Hal senada disampaikan Ketua Nusantara Coruption Watch (NCW) Sumbagut, Hasan Siagian SH juga meminta kepada pihak yang terkait supaya menghentikan usaha pukat trawl tersebut, karena sudah meresahkan bagi nelayan nelayan kecil.

“Saya minta lagi supaya pihak yang berkompeten untuk turun langusung menghentikan usaha ini. Kasihan para nelayan nelayan kecil, Mereka mengkais rezeki bukan untuk mengambil keuntungan banyak tetapi hanya untuk mencari biaya kebutuhan rumah tangga,” tegas Hasan.

Hasan juga berharap kepada aparat penegak hukum dan Dinas Perikan Kota Tanjungbalai, serta Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Kabupeten Asahan jangan tutup mata, terkait nasib nelayan kecil.

“Kepada aparat terkait kami meminta untuk menagkap kapal-kapal pengusaha pukat trawl tersebut,”cetusnya

Sementara itu Kepala Unit Palayanan Terpadu Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (UPT-PSDKP) Kabupaten Asahan, Hartato Satwas saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (09/02/22).

“Saya di Kantor PSDKP ini baru saja, Saya di sini awal Januari 2022 menggantikan kawan yang pindah tugas, begitupun informasi itu sudah saya sampaikan ke Pelabuhan Belawan di Medan dan akan ditindak lanjuti. Kita akan pantau yang namanya pukat trawl/ pukat harimau atau pukat bekantong. Saya berterimakasih udah membantu memberitakan pukat trawl ini dan akan kita tindak lanjut nanti bersama Bakamla,” ucap Hartato.

“Nanti setelah kita tangkap kapalnya akan kita bawa ke Belawan di Medan, karena kalau di sini kita buat takutnya nanti kapal tersebut dibakar oleh kelompok yang bersangkutan, dan alhasil nanti barang buktinya tidak ada lagi yang akan di bawa ke Belawan,” tutup Hartato. (SS)

You might also like