Independennews.com | Tapanuli Utara – Kasi Bimas Katolik Kementerian Agama Kabupaten Tapanuli Utara, Jasman Sihaloho, S.Ag, membuka kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dan Kelompok Kerja Guru (KKG) Pendidikan Agama Katolik yang digelar di Aula Gereja Katolik Sitabotabo, Siborongborong, Kamis (23/10/2025).
Kegiatan tersebut diikuti oleh para guru agama Katolik tingkat menengah dan dasar se-Kabupaten Tapanuli Utara. Turut mendampingi Jasman dalam kegiatan tersebut, Pengawas Pendidikan Agama Katolik Kalanius Simanullang, S.Ag.
Dalam arahannya, Jasman Sihaloho menegaskan bahwa di era globalisasi saat ini, pendidikan formal memiliki peran penting dalam membentuk sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.
“Guru memiliki peran penting dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap anak didiknya agar kelak berguna bagi bangsa dan negara. Guru adalah pilar utama dalam mewujudkan tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan menciptakan pendidikan yang bermutu,” ujar Jasman.
Ia juga menekankan pentingnya moderasi beragama sebagai salah satu kunci keberhasilan pembangunan nasional.
Jasman meminta para guru agama Katolik untuk menanamkan nilai-nilai agama secara baik dan benar kepada peserta didik, serta menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Guru harus menjadi contoh hidup yang rukun, damai, dan menghargai perbedaan. Selain itu, guru juga wajib memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan, keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia,” tegasnya.
Lebih lanjut, Jasman mengingatkan bahwa guru harus memiliki integritas, profesionalisme, inovasi, dan tanggung jawab atas tugas yang diberikan negara.
Ia juga menekankan pentingnya penguasaan teknologi di kalangan pendidik.
“Guru sekarang harus melek teknologi. Dunia pendidikan terus berkembang, dan guru harus mampu menyesuaikan diri agar tidak tertinggal,” tambahnya.
Kegiatan MGMP dan KKG Pendidikan Agama Katolik ini diharapkan menjadi wadah bagi para guru untuk berbagi pengalaman, meningkatkan kompetensi, dan memperkuat kolaborasi antarpendidik dalam membina karakter dan iman peserta didik Katolik di Tapanuli Utara. (**)