Kehadiran IWO, Bagun Peradaban Era Digital

0
138

Jakarta,  IndependenNews.com-Musyawarah bersama ke- I,   Ikatan wartawan Online (IWO) mengangkat tema membangun peradaban era digital, Mubes sindiri dilaksanakan selama 8-9 september 2017 dan dihadiri kurang lebih 300 orang pengurus dari  31 provinsi  dan 50 pengurus  kota dan kabupaten dari sabang sampai merauke,

Ketua umum IWO, Jhodi  menegaskan bahwa kehadiran IWO bukan untuk mengejar kekuasaan,  IWO berbeda dengan organisasi lainnya. Hal ini merupakan ciri khas IWO.

“dalam era digital yang penuh warna. Dia mencontohkan pandangan seorang ilmuan Arnol Toynbee yang mengatakan peradaban adalah kebudayaan yang telah mencapai taraf perkembangan teknologi yang sudah lebih tinggi.

“Pengertian lain menyebutkan bahwa peradaban adalah kumpulan seluruh hasil budi daya manusia, yang mencakup seluruh aspek kehidupan manusia, baik fisik (misalnya bangunan, jalan), maupun non-fisik (nilai-nilai, tatanan, seni budaya, maupun iptek).

Dalam hal ini, IWO sebagai organisasi profesi wartawan online berketetapan terlibat membangun peradaban di era digital untuk mengarahkan dan mendidik untuk  menyampaikan berita fakta dan menjauhkan berita berita bohong. Dari sinilah sejatinya peradaban akan dibangun atau dihancurkan.

“IWO hadir menjada  Negara Kesatuan Republik Indonesia,  dengan cara menyampaikan berita berita yang bermutu dan dapat diterima oleh masyarakat,  menurutnya Manusia memang berhak mempertahankan hidup, namun hidup mulia yang menghargai kemanusiaan jauh lebih penting dari sekedar mempertahankan hidup, sesuai dengan kampanye yang kami gelorakan “membangun peradaban memuliakan kemanusiaan”.

Melalui Mubes pertama ini, IWO sebagai sebuah organisasi profesi berupaya menyatukan kawan-kawan wartawan online seluruh Indonesia dengan  semangat kebersamaan yang didasari  atas kesetia kawanan, saling mendukung, dan berbagi kebaikan,.

“semata mata agar hidup kami lebih bermartabat. Sebab hanya dengan bergandengan tangan itulah kami yakin bisa menghadapi tantangan seberat apapun.

Terimakasih kepada semua anggota IWO seluruh INDONESIA yang hadir maupun di daerah masing-masing. Tanpa kalian rumah wadah IWO niscaya akan sunyi dan tak berarti apa-apa.

Terimakasih kepada narasumber yang memberikan pengetahuan yang akan menjadi bekal bagi kami melangkah.

Terimakasih kepada para sponsor yang sudah mendukung acara ini. Mubes IWO I berlangsung karena dukungan beberapa perusahaan yang mengapresiasi keberadaan IWO. Para sponsorship yang terlibat dalam membantu Mubes  IWO I yakni, Akses  Prima Indonesia, Indonesian Cloud, Master System, Data Comm, Vertanews.tv.

Budayawan M Sobari salah seorang narasumber dalam sesi diskusi panel mengatakan era digital tidak ada teorinya, IWO sebagai organisasi  yang lahir tanpa dukungan siapapun.

“saya salut dengan keberadaan IWO, organisasi profesi wartawan online yang bertepatan turut membangun peradaban era digital yang menyampaikan fakta dan menjauhkan dari kabar bohong, hoax dan fitnah. Menurutnya keberadaan media sebagai sumber informasi tentunya aman penting peranannya dalam menyampaikan Informasi yang utuh. IWO sebagai pekerja media tentunya ingin memjadi bagian memghindarkan masyarakat dari kabar bohong.

Kami yakin dari sinilah sejatinya peradaban akan dibangun atau dihancurkan, kita membutuhkan perpektif dan wawasan yang luas bagaimana fungsi digital bisa menjaga peradaban.tentunya kang sobry akan memberikan perspektif yang luas tentang bagaimana budaya dan media online saling kait mengait dan memberikan perspektif yang luas tentang bagaimana budayavdan media online saling kait mengait dan memiliki posisi yang strategis.Dengan menghadirkan dirjen APTIKA kita juga berharap mendapatkan pandangan pandangan dari pemerintah sebagai regulator.

” Tentunya perkembangan dunia digital memiliki dampak ekonomi yang juga menopang perradaban, namun seperti yang disebut oleh ketua umum IWO Jodhi Yudhono manusia memang berharak mempertahankan hidup.  Namun hidup mulia yang menghargai kemanusiaan jauh lebih penting dari sekedar mempertahankan hidup.  Sebagai manusia tentunya kita berharap bahwa kemajuan digital harus dapat mendatangkan keuntungan secara ekonomis.”katanya.

 

(red/iwo)

LEAVE A REPLY